Kota Malang
Tiga Agama Tridharma Rayakan Tahun Baru Imlek 2022 di Klenteng Eng An Kiong Malang

Memontum Kota Malang – Tahun Baru Imlek 2022 disambut dengan suka cita oleh umat Tridharma diantaranya yakni Tao, Budha dan Konghucu. Tiga umat agama Tridharma tersebut menggelar sembahyang bersama di Klenteng Eng An Kiong, Jalan R.E. Martadinata Nomor 1, Kotalama, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Selasa (01/02/2022).
Sembahyang Tahun Baru Imlek 2022 ini, dilakukan dengan penuh khidmat dengan tetap mematuhi protokol kesehatan secara ketat. Para jemaah yang melaksanakan sembahyang, juga secara khusus mendoakan agar Bangsa Indonesia segera terbebas dari Pandemi Covid-19.
Wakil Ketua Yayasan Kelenteng Eng An Kiong, Herman Subianto, mengatakan bahwa Sembahyang Tahun Baru Imlek 2022, memanjatkan doa agar masyarakat diberikan keberkahan serta Indonesia tersebas dari Pandemi Covid-19. “Kalau pandemi berakhir, maka aktivitas masyarakat akan kembali normal seperti semula,” kata Herman Subianto.
Baca juga
- Wali Kota Malang Pastikan Harga Bahan Pangan Turun
- Bupati Lumajang Ajak Masyarakat Taat Pajak dan Tertib Laporan SPT Tahunan
- 1.270 Pedagang Pasar Induk Gadang Direlokasi Swadaya ke Lahan Sewa
- Soroti Masalah Pendidikan di Kabupaten Malang, Bupati Sanusi Terima Audiensi bersama BEM
- Tinjau Relokasi Pasar Induk Gadang, Pemkot Malang Pastikan Pedagang Pindah Usai Lebaran
Dari pantauan Memontum.com, masyarakat Tionghoa yang sembahyang di Klenteng En An Kiong Kota Malang, tampak silih berganti satu sama lain, bersama keluarganya masing-masing. Herman menambahkan, bahwa di Tahun Baru Imlek 2022 memiliki shio Macan Air.
“Macan air ini dimaknai keras kepala, tegar, tetapi jujur. Jadi, tidak mau mengalah, akan tetapi memiliki kejujuran, itulah filosofinya,” imbuhnya.
Dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19 di Kota Malang, Yayasan Klenteng Eng An Kiong Malang tidak menggelar kegiatan yang dapat mengumpulkan massa, saat peringatan Tahun Baru Imlek 2022 seperti halnya pertunjukan Cap Go Meh dan Barongsai. “Sebenarnya tradisi di kami banyak. Kalau tidak ada pandemi, penduduk kampung sini, kami ajak makan lontong cap gomeh, wayang potehi, dan pertunjukkan barongsai. Berhubung masih Pandemi Covid-19 jadi kami tiadakan,” terangnya. (cw1/sit)
















