Hukum & Kriminal
Tim Gabungan Polres Kediri Kota, Dinkes dan BPOM Sidak Pasar Tradisional untuk Cari Makanan Berbahaya

Memontum Kediri – Tim gabungan dari Polres Kediri Kota, Badan Pengawan Obat dan Makanan (BPOM) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di sejumlah pasar tradisional di Kota Kediri. Kegiatan ini dilakukan, sebagai upaya pemantauan terhadap peredaran makanan dan bahan pangan berbahaya di masyarakat selama Ramadan 2023.
Kapolres Kediri Kota, AKBP Teddy Chandra, melalui Kasatreskrim, AKP Tomy Prambana, mengungkapkan bahwa kegiatan itu menyasar sejumlah pasar tradisional di Kota Kediri. Ada dua sasaran tempat kegiatan, yakni Pasar Pahing, Kota Kediri dan Pasar Mrican, Kecamatan Mojoroto.
“Sidak produk dan bahan makanan itu dilaksanakan dalam rangka antisipasi,” kata AKP Tomy, Jumat (24/03/2023) tadi.
Baca juga :
- Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia
- Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat
- Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan
- Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan
- Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil
Bukan tanpa alasan, mengapa tim gabungan dari Polres Kediri Kota, BPOM dan Dinkes Kota, melakukan Sidak makanan dan minuman. Hal ini, untuk memastikan tidak ada bahan berbahaya yang terkandung dalam makanan yang dijual oleh pedangan.
Petugas BPOM melakukan pemeriksaan terhadap 21 sampel makanan seperti kerupuk, teri, tahu, pentol, cecek, dan makanan lainnya. Hasilnya, dari 21 sampel makanan ditemukan enam makanan yang diduga mengandung bahan pengawet dan pewarna makanan.
“Kegiatan serupa akan terus kami lakukan. Apalagi, ketika Bulan Ramadan akan banyak penjual takjil dadakan. Kami akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait,” tambahnya. (hms/kdr/gie)
















