Connect with us

Bondowoso

Tingkatkan Ilmu Pengetahuan Siswa, SDN Tanggulangin 1 Bondowoso Eksplor Ijen Geopark

Diterbitkan

||

Tingkatkan Ilmu Pengetahuan Siswa, SDN Tanggulangin 1 Bondowoso Eksplor Ijen Geopark

Memontum Bondowoso – Ijen Geopark Bondowoso, yang kini tengah diusulkan masuk warisan dunia UNESCO Global Geopark (UGG), bukan hanya menyajikan konservasi belaka. Akan tetapi, didalamnya juga bisa dioptimalkan menjadi sarana menambah wawasan untuk ilmu pendidikan.

Hal inilah, yang menjadi salah satu alasan SDN Tanggulangin 1, menggali pengetahuan tentang situs-situs yang ada di kawasan Ijen Geopark. Sebanyak total delapan siswa dari Kelas 5 dan Kelas 6, belajar langsung dengan mengunjungi beberapa lokasi masuk ranah Ijen Geopark.

Salah satu guru SDN Tanggulangin 1 Bondowoso, Toyidi Purnama, mengatakan bahwa menambah wawasan ilmu pendidikan tidak harus dilakukan dalam suatu ruangan. Namun, di luar ruangan seperti mengunjungi Ijen Geopark, juga tidak kalah pentingnya. Karenanya, bersama murid-murid kita mencoba mengeksplor kawasan ini.

“Dengan berkunjung langsung, maka siswa juga bisa mengetahui keberagaman di Ijen Geopark,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (20/03/2022).

Baca juga :

Mereka atau siswa yang ikut dalam kegiatan ini, tambahnya, nanti diharapkan dan harus bisa menjelaskan kepada kawan-kawannya tentang Ijen Geopark. Sehingga, kemampuan siswa dalam mengeksplor selama melakukan kunjungan, sangat diperlukan dalam membagi apa saja ilmu pengetahuan yang diperoleh kepada teman di sekolah.

Kepala Sekolah SDN Tanggulangin 1, Dra Istianah SPd, menjelaskan bahwa salah satu tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang potensi kekayaan sejarah dan alam Bondowoso. “Ijen Geopark ini masuk dalam kurikulum yang baru. Jadi, diperlukan edukasi kepada siswa akan potensi kekayaan dan sejarah Kota Bondowoso,” ujarnya.

Dalam kegiatan ini, SDN Tanggulangin 1 mengunjungi tiga situs Ijen Geopark. Yaitu, kawasan Kawah Wurung, Lava Stone dan Hutan Pelangi. Kegiatan ini, diikuti oleh 26 peserta, yang terdiri dari siswa dan tenaga pendidik SDN Tanggulagin 1.

“Guru-guru juga harus tahu tentang Ijen Geopark. Karenanya, sejumlah guru juga turut dilibatkan,” tambahnya.

Sekedar diketahui, total ada 16 situs yang didaftarkan ke UNESCO. Baik Situs Geologi, Biologi dan Budaya (Culture). Semua situs tersebut tersebar di 14 kecamatan. Situs Geologi ada sembilan situs, yang terdiri dari Kawah Ijen/Blue Fire, Kawah Wurung, Aliran Asam Kalipait, Komplek Mata Air Panas Blawan, Lava Blawan, Air Terjun Gentongan, Aliran Lava Blalangan, Dinding Kaldera Ijen Megasari dan Taman Batu So’on Solor.

Adapun Situs Biologi Ijen Geopark terdiri dari Hutan Pelangi dan Kopi Bondowoso. Sementara Situs Budaya (Culture) yakni Struktur Gua Butha Sumber Canting, Struktur Gua Butha Cermee, Situs Megalitik Maskuning Kulon, Singo Ulung dan Tari Petik Kopi. (zen/gie)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.