Blitar
Tinjau Bencana Tanah Longsor Blitar, Bupati Rini Syarifah Minta Perangkat Daerah Gerak Cepat Lakukan Penanganan

Memontum Blitar – Bupati Blitar, Rini Syarifah, meninjau lokasi bencana tanah longsor di Desa Bululawang, Kecamatan Bakung, Rabu (26/10/2022) tadi. Ikut mendampingi dalam kunjungan tersebut, Kajari, perwakilan Forkopimda dan beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Bupati Rini Syarifah, dalam kesempatan itu menginstruksikan kepada OPD terkait terutama BPBD, Dinas PUPR dan Dinas Sosial, untuk segera melakukan penanganan sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing. “Segera lakukan koordinasi dengan instansi vertikal, mitigasi bencana juga harus diperkuat sejalan dengan penanganan dampak yang harus terus dilakukan,” kata Bupati Rini Syarifah.
Dirinya juga meminta, agar Dinas PUPR untuk turut membantu dalam penanganan bencana tanah longsor tersebut. “Saya minta pada Dinas PUPR, untuk segera ikut menangani. Karena, selain mengganggu arus perekonomian, juga menjadi jalur anak sekolah,” terangnya.
Baca juga :
- HUT 112 Kota Malang, Pemkot Malang segera Tetapkan Logo Baru
- Kolaborasi dengan Pihak Swasta, Pemkot Malang Gelar Mudik Gratis Tahun 2026
- Dukung Ketahanan Pangan, Bupati Malang Ikuti HLM TPID dan TP2DD Jatim 2026
- Disdikbud Kota Malang Tegaskan Bus Sekolah Tetap Beroperasi Meski Ada Angkot Gratis Pelajar
- Demi Uang Baru, Ratusan Warga Malang Raya Serbu Kas Keliling BI
Mak Rini-sapaan akrab Bupati Blitar, juga berpesan kepada seluruh warga Kabupaten Blitar, untuk tetap waspada terhadap datangnya bencana. Utamanya, yang tinggal di wilayah rawan bencana.
Bencana alam tanah longsor di Dusun Kedungbiru (Puthuk Bagong Oantai Pasur) Desa Bululawang, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar, terjadi pada Rabu (12/10/2022) lalu. Sebelum kejadian atau sekitar pukul 23.00, hujan lebat terjadi di Desa Bululawang, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar, hingga mengakibatkan tanah longsor di jalur utama penghubung Desa Bululawang dan wisata Pantai Pasur. Bahkan, akibat kejadian itu, akses jalan sempat lumpuh total dikarenakan selain meterial tanah ada juga pohon jati yang ikut menutup akses jalan. (jar/sit)
















