Connect with us

SEKITAR KITA

Tradisi Kirab Manten Tebu Awali Musim Giling PG Wringin Anom Situbondo

Diterbitkan

||

Tradisi Kirab Manten Tebu Awali Musim Giling PG Wringin Anom Situbondo

Memontum Situbondo – Tradisi Kirab Manten Tebu mengawali pelaksanaan musim giling Pabrik Gula (PG) Wringin Anom, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, Sabtu (14/05/2022) tadi. Prosesi ini, merupakan tradisi menarik yang sudah berlangsung sejak zaman kolonial Belanda, yakni kirab manten tebu atau pengantin tebu.

Tradisi tersebut, menjadi salah satu syarat wajib agar proses musim giling tahun 2022, dapat berlangsung lancar dan sukses. Sementara dalam mengalami pelaksanaan, sejumlah peserta kirab sudah berjajar membawa tebu-tebu pilihan untuk kemudian melaksanakan kirab. Pada tradisi kirab, terdapat dua tebu ditaruh paling depan yang dihiasi boneka lengkap seperti halnya pengantin pria dan wanita.

Kemudian, puluhan tebu itu dikirab menuju Halaman PG Wringin Anom dan kemudian secara simbolis diserahkan kepada manajemen pabrik untuk dimasukan dalam mesin penggilingan.

Panitia tradisi kirab manten tebu sekaligus Ketua APTR wilayah PG Wringin Anom, H Sumitro, mengatakan bahwa tradisi kirab manten tebu tersebut sudah berlangsung sejak zaman dahulu. Prosesi tersebut menjadi salah satu kewajiban, sebagai bentuk harapan PG Wringin Anom, dapat melangsungkan penggilingan tebu dengan maksimal dan lancar.

“Setiap tahun kita mengadakan kirab manten tebu. Di samping ini merupakan kebudayaan, hal tersebut juga bentuk selamatan giling agar dilancarkan musim giling tahun ini,” kata H Sumitro kepada Memontum, Sabtu (14/05/2022) siang.

Sementara itu, pengantin tebu pria dan pengantin tebu mempelai wanita tersebut, merupakan salah satu contoh tebu pilihan terbaik dari perkebunan TS di Tapeddah milik PG Wringin Anom. Agar nantinya dalam proses penggilingan, PG Wringin Anom mendapatkan tebu dengan kualitas baik demi mendapatkan hasil gula yang maksimal.

Baca juga :

“Untuk tebu pengantin pria, itu dari kebun Tapeddah Peleyan dan pengantin tebu perempuan, itu juga diambil dari kebun di Tapeddah Desa Peleyan dengan delapan pasang tebu manten secara simbolis diserahkan ke PG Wringin Anom oleh APTR,” tutur H Sumitro.

Selain manten tebu, dalam kesempatan itu juga dilakukan arak-arakan budaya Barongan Reog dari kebun tebu menuju PG Wringin Anom. “Kalau ini, sebagai maksud agar pekerja tetap dilindungi dalam keselamatan saat musim giling nantinya. Terus pada siang harinya, juga digelar doa bersama selamatan buka giling tahun 2022,  yang dihadiri oleh Muspika Kecamatan Panarukan, tokoh agama serta karyawan dan staf PG Wringin Anom,” terangnya.

GM PG Wringin Anom, Mulyono, menambahkan bahwa rencananya PG Wringin Anom mulai menerima tebu, sejak Sabtu (14/05/2022) ini dan mulai melakukan giling perdana yang direncanakan pada Jumat (20/05/2022) mendatang. PG Wringin Anom menargetkan, bahwa musim giling tahun ini adalah selama tiga bulan. Namun, tidak memungkiri jika nantinya juga akan siap menambah waktu jika masih ada tebu masuk untuk digiling.

“Sasaran musim giling tebu pada tahun ini ditargetkan 131.539 ribu ton tebu dan hasil produksi 9.840 ton,” imbuhnya.

Manager Tanaman PG Wringin Anom, Farid Budi Haryanto, juga mengatakan bahwa masyarakat PG Wringin Anom dan sekitarnya, setiap tahun menunggu prosesi manten tebu itu. Pasalnya, prosesi kirab yang dilakukan cukup menarik. “Karena yang dikirab, itu tebu dengan berramai-ramai menuju PG Wringin Anom,” ujarnya.

Farid juga mengaku bahwa pada musim giling tahun ini, capaian target bisa terpenuhi. Mengingat, semangat kemitraan dan kebersamaan untuk mensukseskan giling tahun 2022.

“Semoga, lancar musim gilingnya dan RKUnya mencapai 8 lebih dengan luas area pertanian 1.300 hektar di wilayah PG Wringin Anom dengan target 131.539 ton dengan estimasi 95 persen milik petani tebu,” ujarnya. (her/sit)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.