Kabupaten Malang
Tragedi Banyu Anjlok Tirtoyudo Lompatan Terakhir di Kedung Bawa Petaka

Memontum Malang —Lompatan terakhir Muhammad Hanafi (28) di kedung atas Banyu Anjlok Lenggoksono membawa petaka. Itu yang dikatakan teman korban, Iyan (26) Kamis (26/10/2017) malam saat berada di halaman Instalasi Forensik RSU Dr Saiful Anwar Malang.
Kamis pagi, tiba di Banyu Anjlok, rombongan Hanafi. Keenamnya naik sepeda motor. Berenam diantaranya Iyan (26), Yana (24) Eko Prasetyo, Hanafi dan Topo serta Hanafi.
Sampai di Lenggoksono, Iyan mengaku mendengar omongan korban Hanafi. Korban sempat guyon. “Firasat mungkin. Guyonan, aku mulih ae. Trus saya ditilapno. Saya ke arah sana, dia lompat. Nyegur Terakhir, ” cerita Iyan.
Dari 5 temannya, Hanafi lah yang pernah ke Banyu Anjlok Lenggoksono. Itu dikatakan Iyan dan Yana, pacar Hanafi. “Mas Hanafi pernah. Saya gak pernah. Dia kerja di Pelindo, kerani. Liburan kerja Mas, ” ungkap Iyan.
Iyan, teman korban mengaku dirinya sempat berusaha menyelam di kedung. Dalamnya 2 meteran. “Saya angkat, badannya besar, berhenti. Lari minta tolong warga. Sepi, cari tampar, gak nemu, ” cerita Iyan.
Lebih dari 30 menit dalam air, Hanafi tenggelam. Nyawanya tak terselamatkan. Pertolongan akhirnya bisa dibantu Mbah No, kata Iyan. Jelang Maghrib korban baru bisa terevakuasi. (sos)










