Surabaya
UBAYA Raih Juara 1 Kompetisi Debat Asian English Olympics 2019

Untuk membuat tujuh menit berarti dalam kompetisi, kita harus tahu penjelasan apa yang harus kita ambil atau buang agar lebih efektif. “Intinya kita harus bertahan di setiap prosesnya,” pesan Bobby yang juga pernah meraih juara 3 di ajang kompetisi debat regional, East Java Varsity English Debate tahun 2018.
Penilaian pada kompetisi ini berdasarkan seberapa paham para peserta mampu menjelaskan topik dan tema debat yang diberikan juri saat kompetisi berlangsung.
“Tema diberikan kepada peserta itu 15 menit sebelum debat berlangsung. Sistem penilaian sendiri untuk debat itu bisa dilihat dari substansi, isu-isu yang diangkat, dan bagaimana kita bisa meyakinkan juri bahwa argumen kita benar. Penjelasannya harus kompleks dan satu argumen bisa menghabiskan waktu 4 hingga 5 menit,” jelas Daud.
Selain mengikuti kompetisi, Bobby dan Daud berkesempatan untuk saling mengenal dengan peserta lain baik dariinstitusi ternama di dalam maupun luar negeri. Para peserta juga mendapatkancoaching clinic terkait kompetisi AEO oleh juri. Hal ini tentunya menjadi kesempatan berharga bagi para peserta untuk mengetahui strategi-strategi debat dan mendapat ilmu pengetahuan baru dari para profesional.
Bobby dan Daud tidak memiliki rahasia khusus untuk memenangkan kompetisi debat bahasa inggris. Latihan yang tekun dan tidak mudah putus asa adalah kunci dari usaha mereka.
“Yang terpenting adalah banyak latihan dan banyak ikut lomba. Ada pepatah mengatakan yang cocok untuk kompetisi debat yaitu belajarlah bahasa ketiga. Bahasa pertama Indonesia, bahasa kedua bahasa inggris, dan yang ketiga adalah bahasa debat,” tutup Bobby. (ano/yan)
















