Connect with us

KREATIF MASYARAKAT

Ultah Ke 32, Ketua Dekranasda Novita Hardiny Luncurkan Buku Trenggalek Is Southern Paradise

Diterbitkan

||

Ultah Ke 32, Ketua Dekranasda Novita Hardiny Luncurkan Buku Trenggalek Is Southern Paradise
LUNCURKAN: Suasana peluncuran Buku Trenggalek Is Southern Paradise di Pendopo Manggala Praja Nugraha. (memontum.com/mil)

Memontum Trenggalek – Ketua Dekranasda Trenggalek, Novita Hardiny Mochammad, meluncurkan buku berjudul Trenggalek Is The Southern Paradise. Buku istimewa karya perempuan cantik tersebut, mengulas tentang bagaimana jejak kebudayaan Trenggalek. Mulai dari sejarah hingga potensi budaya terkait usaha mikro di daerahnya.

Peluncuran buku ini tergolong cukup spesial, mengingat peluncuran tersebut bertepatan dengan Hari Ulang Tahun ke -32 Novita Hardini. Gelaran sendiri, dilakukan di Pendopo Manggala Praja Nugraha Trenggalek.

Buku Trenggalek Is The Sourhern Paradise, ini mengurai jejak budaya yang dimiliki Kabupaten Trenggalek. Penelusuran dimulai dari sejarah awal Kabupaten Trenggalek, sampai pada perkembangan terkini.

Batik Trenggalek merupakan satu aspek yang diulas secara panjang lebar, karena menjadi salah satu keunggulan yang dimiliki oleh Kabupaten Trenggalek. Adanya buku ini, diharapkan memberikan beberapa manfaat.

Pertama, buku ini adalah wujud dokumentasi atas kekayaan Trenggalek. Dokumentasi merupakan upaya mengumpulkan dan merawat khazanah kehidupan secara baik. Kedua, buku ini adalah sarana pengenalan kepada masyarakat luas. Melalui buku ini diharapkan masyarakat luas semakin mengetahui hal-ikhwal Trenggalek, khususnya tentang batik.

Baca juga:

“Sejarah baik kalau tidak ditulis dalam sebuah karya dalam sebuah tulisan, maka orang tidak akan tahu. Apalagi kita akan terus beregenerasi, yang tua tidak ada digantikan yang muda dan yang muda ini spiritnya. Jadi soul (jiwa) untuk mengenal sejarah ini harus terus ada,” ungkap Novita, Rabu (23/11/2022) siang.

Istri Bupati Trenggalek ini menambahkan, dengan membaca dan melihat buku ini akan menjadikan pembangunan yang sustain. Karena tidak mungkin pembangunan yang sustain itu hanya dititikberatkan kepada pemerintah. Masyarakat juga punya peran yang dominan yang dibutuhkan.

“Setidaknya dari tulisan saya, ini bisa menjadi cahaya bagi setiap pembaca sehingga pembaca tergerak dari hatinya untuk memberikan kontribusinya bagi Indonesia,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin, turut mengapresiasi peluncuran Buku Trenggalek Southern Paradise. “Buku Trenggalek Is Southern Paradise ini akan menjadi semacam buku bisa mengingatkan kita tentang sejarah, kebudayaan hingga nanti soal keunikan UMKMnya,” kata Bupati.

Dirinya juga turut mendorong beberapa faktor utama, dalam beberapa kebijakan. Diantaranya seperti program 5 ribu pengusaha perempuan, Sepeda Keren, serta bagaimana UMKM perempuan bisa naik kelas melalui UPRINTIS Indonesia.

“Dan sekarang masuk ke legacy bagaimana branding itu dimulai dari budaya, keunikan, yang kemudian ditulis di dalam buku southern paradise ini. Saya tentunya berterima kasih sekali. Semoga, itu bisa dilakukan secara istiqomah, secara konsisten sehingga hasilnya bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat,” tegas Mata Ipin-sapaan akrab Bupati Trenggalek.

Pada kesempatan itu, juga dihadirkan nara sumber yaitu drh Eka Nur Prasetyawati yang merupakan penulis dari salah satu karya buku yang sempat viral berjudul Layangan Putus. Kehadirannya tersebut, untuk berbagi pengalamannya dalam menulis sebuah buku. (mil/sit)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.