Lamongan

Umroh Gratis bagi Ustadz Jumiran

Diterbitkan

-

Ustadz Jumiran (43) warga Desa Nguwok Kecamatan Modo Kabupaten Lamongan.

Memontum Lamongan—Ustadz Jumiran (43) warga Desa Nguwok Kecamatan Modo Kabupaten Lamongan, berharap bisa berangkat ke Tanah Suci Mekkah. Namun ia tak mau berangan-angan terlalu dalam baginya itu terlalu sulit di capai. Sebab, ia hanya berprofesi sebagai kuli angkut bongkar batu gunung sekira 15 tahun di wilayah Babat – Modo dengan upah harian antara Rp.50 ribu – 80 ribu.

Meski begitu ia juga berprofesi sebagai guru mengaji di Pondok Pesantren Bustanul Mutaalimin tanpa mendapatkan gaji sejak tahun 1999. Selain itu, ia juga harus hidup satu rumah dengan mertuanya dan adik-adiknya serta kondisi rumah kategori miskin. Ia juga harus menghidupi istri dan kedua anaknya yang masih sekolah. Dipastikan jauh dari angan-angan dan logika akalnya untuk bisa pergi umroh.


Namun semua itu tak ada yang mustahil bagi allah, berkat Iman dan Taqwanya, hal tak terduga bagi Ustadz Jumiran akan menggapai angan-angannya tersebut. Ustadz Jumiran tak dapat membendung air mata kebahagiaannya ketika tiba-tiba ada yang membiayainya untuk berangkat umroh yakni dari Yayasan Sedekah Umroh Nasional (SUN) .

Ketua Yayasan Sedekah Umroh Nasional (SUN) Dwi Purhayati,S.Keps.Ners menyampaikan, bahwa logika manusia tidak akan bisa menjangkau dan menggapai angan-angan untuk bisa pergi ke Tanah Suci Mekkah dan Madinah, jika profesi atau pekerjaannya seperti Ustadz Jumiran.

“Menurut logika akal manusia, Ustadz Jumiran dengan upah sebagai kuli angkut batu gunung dibawah seratus ribu setiap harinya dan guru mengaji tanpa digaji tidak mungkin bisa ke Baitullah,”kata Ketua Yayasan SUN, Dwi Purhayati,S.Kep,Ners kepada awak media, Sabtu (2/3/2019).

Advertisement

Tidak hanya itu, kata Dwi panggilan Dwi Purhayati,S.Kep,Ners, dengan tingkatan Iman dan Taqwa kepada Allah SWT. Ustadz Jumiran bisa mencapai angannya ke Tanah Suci Mekkah dan Madinah.

Pihaknya, juga menyampaikan bahwa Yayasan SUN akan menginjak ke-38 dalam memberangkatkan umat Islam dari Sabang sampai Merauke. Sedangkan untuk Ustadz Jumiran keberangkatannya yang ke-34 pada tanggal 25 Maret 2019.

“Yayasan SUN, siap memberangkatkan seluruh umat Islam yang ada di Indonesia dari Sabang sampai Merauke secara gratis. Dan semua biaya berangkat sampai dengan pulang kami tanggung. Dengan kriteria khusus yakni Hafidz Al-Qur’an, Imam Masjid, Muadzin, Marbot Masjid, Guru Mengaji dan Orang-orang yang bermanfaat bagi umat,” Jelasnya.

Sementara itu, Ustadz Jumiran dalam kesempatan sama, seusai menerima hadiah ibadah Umroh Gratis dari Ketua Yayasan SUN Dwi Purhayati,S.Kep.Ners, menyampaikan rasa syukur kehadirat Allah SWT atas limpahan rejeki

Advertisement

“Bahagia bercampur sedih atas limpahan rejeki yang diberikan Allah SWT melalui Yayasan SUN. Kebahagiaan yang saya dapatkan berupa hadiah ibadah umroh gratis. Dan rasa sedihnya, dengan kondisi yang saat ini saya alami serba pas-pasan tidak mungkin jika di logika dengan akal,” Ujar Ustadz Jumiran yang tidak bisa membendung air matanya.

Jumiran menambahkan, bahwa sebelumnya sempat bermimpi mandi dan dilihat banyak orang. “Jika harus diartikan dalam ilmu Jawa, mandi berarti justru mendapatkan firasat jelek. Karena akan kehilangan keringat jika diartikan akan membuang rejeki. Apalagi dalam mimpi tersebut dilihat orang banyak,” Ungkapnya.

“Setiap hari akan berangkat kerja, pikiran saya selalu was-was. Ada rasa ketakutan akan kehilangan rejeki. Namun kenyataannya hari ini saya mendapatkan limpahan nikmat ibadah umroh yang disaksikan orang banyak,”jelas Ustadz Jumiran sambil sujud syukur.

Di sisi lain, Moh. Zain sopir yang biasa mengajak Ustadz Jumiran bekerja sebagai kuli angkut batu gunung, menuturkan pernah tidak mau mengajaknya kerja, karena setiap siang mesti pulang.

Advertisement

“Saya pernah menolaknya untuk ikut kerja, karena setiap siang hari mesti pulang. Setelah saya mengetahui penyebabnya karena harus mengajar mengaji di Ponpes Bustanul Mutaalimin. Akhirnya Ustadz Jumiran saya ajak kembali kerja sampai sekarang,”papar Moh Zain.(Lai/zen/yan).

Advertisement

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas