SEKITAR KITA
UNFPA PBB Kunjungi Wisata Religi KK-26 di Situbondo

Memontum Situbondo – United Fund for Population Activities (UNFPA) dari Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) bersama Komnas Perempuan RI, mengunjungi Wisata Religi KK-26 di Desa Kolean, Kecamatan Kota, Kabupaten Situbondo, Jumat (25/03/2022) tadi. Dalam kunjungan wisata religi ke KK-26, rombongan disambut Ketua Pelopor Peduli Disabilitas Situbondo (PPDis) Situbondo dan Kepala Desa (Kades) Olean, Kecamatan Kota, Situbondo.
Menariknya, selama melakukan kunjungan itu, utusan PBB bagian UNFPA dan Komnasham perempuan RI, disuguhi minuman buah khas Situbondo. Yakni, minuman buah dan bunga yang ditanam di dalam wisata religi. Seperti Markisa, bunga Rosella, daun dan berbagai makanan khas desa.
Baca juga:
- Paripurna DPRD, Bupati Lumajang Pastikan APBD untuk Masyarakat
- Pelatihan Petugas Sensus, Sekda Erik Tegaskan Tanpa Data Akurat Pemerintah Sulit Tentukan Arah Pembangunan
- Temukan Sejumlah Aduan, Ketua DPRD Kota Malang Minta Evaluasi Pelaksanaan MBG
- Perkuat Iklim Investasi dan Percepatan Pembangunan Daerah, Bupati Malang Buka Pelatihan Petugas Sensus
- Evaluasi MBG, Pemkot Malang Usulkan Keterlibatan Sejak Awal Penentuan Lokasi SPPG
Analis Bidang Kerjasama Strategis UNFPA PBB dari Negara Finlandia,
Kamomilla Ilmonen, mengatakan bahwa program yang dibawanya adalah bertema ‘Tidak Meninggalkan Orang’. Ini, salah satu topik yang sudah dikerjakan yakni pencegahan kekerasan berbasis gender, terutama perempuan dengan disabilitas dan Lansia perempuan.
“Kami datang untuk melihat kesiapan pemerintah desa di sini. Ada salah satu program disebut BERANI, yaitu kesehatan reproduksi yang lebih baik untuk semua orang di Indonesia, yang di danai oleh Pemerintah Kanada. Kami harap, yang dilakukan di Situbondo bisa menjadi contoh kabupaten lain hingga nasional,” ujarnya.
Kades Olean, Ansori, mengatakan bahwa kunjungan rombongan ini merupakan rangkaian kunjungan inklusi nasional 2023. Yakni, mengaplikasikan dana desa yang pro kepada masyarakat, sehingga menghasilkan tingkat keberhasilan yang baik.
“Seberapa siapkah pemerintah desa dan masyarakat serta dana desa, ini bisa dinikmati masyarakat tanpa melihat dari sebuah kelompok,” katanya. (her/sit)
















