Kabar Desa

Upacara Adat Metri Bumi Jadi Cara Bupati Trenggalek untuk Lestarikan Sumber Mata Air

Diterbitkan

-

ADAT: Bupati Arifin saat mengikuti prosesi Upacara Adat Metri Bumi. (memontum.com/gie)

Memontum Trenggalek – Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, memiliki cara tersendiri dalam menjaga sumber air di wilayah pemerintahannya. Seperti salah satunya, dengan melakukan Upacara Adat Metri Bumi, yang mana mengajak masyarakat menjaga, merawat dan melestarikan lingkungan di sumber mata air yang menjadi sumber kehidupan masyarakat.

Dalam rangkaian pelaksanaan itu, tidak hanya merawat dan menjaga pohon-pohon di sekitar, tetapi juga menanam pohon agar debit air dapat terjaga. Bupati Arifin beranggapan, bila pohon terjaga, sumber-sumbernya bersih, maka kehidupan akan terus terjaga meskipun bupatinya tidak ada.

Kepala daerah yang akrab disapa Mas Ipin, itu berharap menjaga sumber mata air bisa menjadi kebiasaan baru di seluruh wilayah Trenggalek. “Alhamdulillah, ini di Desa Masaran. Jadi seperti tadi yang saya sampaikan, Metri Bumi ini bagian dari kita membawa keselamatan bagi masyarakat Trenggalek,” katanya, Selasa (26/08/2025) tadi.

Mas Ipin berharap, tradisi ini bisa menjadi hal yang baru dan banyak dilakukan di desa lain. Tradisi tersebut, harus menjadi kebiasaan baru di masyarakat yang patut di lestarikan.

Advertisement

“Menggambarkan Trenggalek, kalau tidak ada bupatinya, asalkan pohonnya masih banyak, sumber-sumbernya bersih, maka masih ada kehidupan. Dan seperti tadi yang saya sampaikan, Metri Bumi ini bagian dari kita membawa keselamatan bagi masyarakat Trenggalek,” jelas Bupati Arifin.

Baca juga :

Sementara itu, Camat Bendungan, Sujatmiko, mengapresiasi antusias masyarakat dalam mengikuti kegiatan ini. “Alhamdulillah antusias warga sangat luar biasa dan kami mengapresiasi itu. Kami tadi ke lapangan, ternyata betul-betul dilestarikan. Dengan adanya kegiatan ini, tentu memberikan motivasi kepada masyarakat untuk betul-betul melestarikan dan merawat sumber-sember air dan pohon-pohon yang besar,” ujarnya.

Tidak hanya melakukan tradisi Metri Bumi, mereka juga menanam pohon Aren di sekitar lokasi sumber. Warga juga akan memverifikasi pohon yang di bawahnya terdapat sumber air dan akan dirawat agar lestari.

“Ini namanya papringan yang terdapat sumber air dan tiga pohon besar. Semuanya mengeluarkan air dan masih dimanfaatkan oleh masyarakat. Terbukti, selang-selang air masih tertancap. Kemarau pun masih keluar airnya. Sumber air tersebut menghidupi sekitar 2 rukun tetangga, atau sekitar 120 KK,” imbuhnya.

Advertisement

Di hari yang sama, Bupati Trenggalek beserta jajaran melakukan pelestarian sumber air di dua tempat yang berbeda. Pertama Sumber Air Papringan di Desa Masaran, Kecamatan Bendungan. Sedangkan untuk sumber air selanjutnya di Sumber Air Penguripan yang berada di Desa Sumberejo, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek. (mil/gie)

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas