Kota Malang

Urai Kemacetan, Dishub Kota Malang Rencanakan Pengembangan SAUM Terintegrasi Malang Raya

Diterbitkan

-

SAUM: Angkutan Umum di Terminal Madyopuro, Kota Malang. (memontum.com/rsy)

Memontum Kota Malang – Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang tengah merencanakan pengembangan Sarana Angkutan Umum Massal (SAUM) yang terintegrasi dengan wilayah Malang Raya. Hal tersebut dilakukan, untuk mengurai kemacetan yang terjadi di wilayah Kota Malang.

Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menyampaikan jika dalam pengembangan SAUM tersebut saat ini telah dilakukan kajian. Namun juga perlu untuk dilakukan kerjasama dengan Dinas terkait yang ada di wilayah Malang Raya.

“Kita sudah melakukan kajian terkait dengan angkutan massal itu. Memang dalam hal ini perlu adanya kerja sama, karena angkutan publik itu sangat baik sekali apabila terintegrasi dengan wilayah lain. Karena kalau terputus-putus, ya seperti yang selama ini,” jelas Jaya-sapaannya melalui sambungan seluler, Selasa (03/10/2023) tadi.

Pihaknya mengaku, jika angkutan massal tersebut suatu tuntutan yang harus dilakukan. Sehingga, dalam penggunaan kendaraan pribadi itu bisa berkurang dan banyak yang memanfaatkan angkutan massal.

Advertisement

Baca juga:

“Mengenai skemanya nanti akan kita diskusikan bersama dengan Dishub Kabupaten Malang. Ini lah dibutuhkan sinergitas. Nanti kita diskusikan, kita bawa apapun hasil kajian yang sudah dibuat, nanti kita sesuaikan lagi,” tambahnya.

Dalam hal tersebut, menurutnya juga akan melibatkan Dishub Provinsi Jawa Timur (Jatim), sebab rencana pengembangan SAUM berada di lintas daerah. Terlebih juga menjadi program provinsi By The Service (BTS).

“Pasti melibatkan Dishub Provinsi Jatim. Karena juga ada program provinsi yang namanya By The Service (BTS) itu, jadi ada keterkaitan. Mudah-mudahn targetnya bisa dilakukan di tahun 2024 mendatang,” katanya.

Advertisement

Saat disinggung mengenai cakupan rute, pihaknya menyampaikan jika hal tersebut masih belum dikoordinasikan. Sehingga, mengenai skema dan rute masih akan dilakukan koordinasi lebih mendalam.

“Karena itu hal teknis, jadi masih belum dikoordinasikan. Tetapi, pada prinsipnya itu adalah sesuatu hal yang sangat-sangat dibutuhkan keterkaitan integrasi dengan Pemkab Malang,” imbuhnya. (rsy/sit)

Advertisement
Lewat ke baris perkakas