Kota Malang
Usai Pimpin Upacara Peringatan Hari Jadi Provinsi, Wali Kota Sutiaji Ingatkan Tiga Karakter

Memontum Kota Malang – Wali Kota Malang, Sutiaji, menjadi instruktur dalam Upacara Peringatan Hari Jadi ke 77 Provinsi Jawa Timur (Jatim) Tahun 2022. Dalam peringatan yang digelar di Halaman Balai Kota Malang, Rabu (12/10/2022) pagi itu, pihaknya menyampaikan bahwa ada tiga karakter yang harus dimiliki dan harus diperkuat. Diantaranya, yakni inisiatif, kolaboratif dan inovatif atau IKI.
“Ini saatnya kita kembangkan kembali daya inisiatif, daya kolaboratif dan daya inovasi kita di tengah zaman yang terus bergerak. Dalam bahasa Jawa Timuran, apa jawaban kita dalam tantangan zaman? IKI jawabannya,” jelas Sutiaji, seusai menggelar upacara peringatan.
Dijelaskannya, bahwa karakter inisiatif merupakan suatu pendekatan dan pola pikir baru untuk mengahadapi segala persoalan. Sedangkan kolaborasi, adalah kehendak kuat yang harus diperjuangkan dalam tindakan nyata. Inovasi, yakni implementasi prkatis yang baru untuk menyelesaikan persoalan.
Baca Juga :
- Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia
- Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat
- Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan
- Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan
- Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil
“Ini akan menjadi keharusan sebagai semangat kita dalam zaman sekarang ini,” katanya.
Ditegaskannya, tiga karakter tersebut diperkuat dalam Hari Jadi ke-77 Jatim. Yaitu, untuk mengingatkan masyarakat Jawa Timur, khususnya Kota Malang, untuk tidak memandang ringan atas dampak kondisi global saat ini.
“Kita menghadapi ancaman baru, ancaman krisis pangan, krisis energi, hingga krisis keuangan yang berpotensi mengakibatkan resesi. Kita perlu melakukan perubahan serta cara pandang, dan membuat paradigma baru,” lanjutnya.
Pihaknya berharap, di Hari Jadi Jatim ini dapat terus menciptakan generasi-generasi pembawa perubahan. Dimana perubahan tersebut, dapat membawa kebermanfaatan baik secara regional, nasional maupun internasional.
Sebagai informasi, dalam upacara tersebut juga telah dilakukan penghormatan pada Bendera Pataka Jer Basuki Mawa Beya, dan juga Pembacaan Panca Prasetya Korpri. (hms/rsy/sit)
















