Kabar Desa
Vaksinasi Rabies Gratis Kolaborasi DKPP Lumajang dan Unair Disambut Antusiasme Pemilik Hewan Peliharaan

Memontum Lumajang – Kegiatan vaksinasi rabies gratis yang digelar oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lumajang melalui Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH), bekerja sama dengan Mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) dan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH), mendapat antusiasme masyarakat. Pemandangan ini, tentunya menunjukkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan hewan peliharaan.
Dalam pelaksanaan itu, tidak kurang sekitar160 ekor hewan peliharaan, terdiri dari kucing dan anjing, telah terdaftar untuk mendapatkan layanan vaksinasi dan pemeriksaan kesehatan secara cuma-cuma. Kuota yang terbatas, langsung terpenuhi sesaat setelah diumumkan ke publik.
“Alhamdulillah, sudah ada sekitar 160 hewan yang didaftarkan. Ini menunjukkan antusiasme dan kepedulian masyarakat yang luar biasa terhadap kesehatan hewan,” kata Kepala DKPP Lumajang, Retno Wulan Andari, Rabu (23/07/2025) tadi.
Tidak hanya vaksinasi, kegiatan ini juga mencakup layanan pemeriksaan awal dan pemberian vitamin bagi hewan yang kondisinya belum memungkinkan untuk divaksinasi. Langkah ini dilakukan, sebagai bentuk kehati-hatian medis agar vaksinasi benar-benar aman dan efektif.
Baca juga :
“Kalau hewan peliharaan sakit, tidak bisa langsung divaksin. Maka kita periksa dulu dan beri vitamin supaya sehat,” jelasnya.
Program vaksinasi rabies gratis ini, tidak hanya berperan sebagai langkah preventif terhadap penyakit berbahaya. Namun, juga sebagai sarana edukasi bagi pemilik hewan peliharaan mengenai pentingnya perawatan kesehatan yang tepat.
Langkah DKPP Lumajang tersebut, selaras dengan upaya nasional dalam mengendalikan penyebaran rabies serta meningkatkan kesejahteraan hewan dan keamanan masyarakat. Kegiatan ini, juga menjadi contoh praktik kolaboratif antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan dalam menghadirkan layanan publik berbasis ilmu pengetahuan dan respons masyarakat.
Dengan pendekatan yang menyentuh langsung kebutuhan warga, Lumajang membuktikan bahwa layanan publik yang inklusif dan solutif bisa berjalan melalui inovasi sederhana namun berdampak luas. (kom/adi/sit)















