Kota Malang
Wali Kota Malang Buka Seminar Nasional Wild Sinergy Youth for Nature

Memontum Kota Malang – Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, membuka Seminar Nasional Wild Sinergy Youth for Nature bertajuk ‘Kolaborasi antara Manusia dan Alam serta Semangat Pemuda dalam Menjaga Kelestarian Lingkungan’ yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Pecinta Alam (Himpa) Whisnucitra Universitas PGRI Kanjuruhan Malang di Auditorium Universitas PGRI Kanjuruhan Malang, Rabu (28/05/2025) tadi.
Seminar nasional yang digagas oleh para mahasiswa ini, menurut Wali Kota Malang, sangat menginspirasi sekaligus memberikan manfaat positif. Utamanya, dalam upaya menumbuhkan ke[1]sadaran generasi muda terhadap penting[1]nya menjaga dan melestarikan lingkungan hidup.
Perubahan iklim, degradasi lingkungan, dan krisis keanekaragaman hayati bukan lagi isu masa depan, tetapi realitas di masa sekarang. “Di tengah tantangan global, kita bersyukur bahwa generasi muda Indonesia, khususnya di Kota Malang, tidak tinggal diam. Justru mereka hadir sebagai agen perubahan. ‘Wild Sinergy Youth for Nature’ mencerminkan semangat kolaboratif generasi muda untuk menyelamatkan dan merawat alam,” kata Wali Kota Wahyu.
Dirinya juga mengatakan, bahwa nilai dalam kegiatan ini yang sangat sejalan dengan misi ketiga Kota Malang, yaitu mewujudkan lingkungan perkotaan yang indah, kolaboratif, berkelanjutan dan lestari. Oleh karena itulah dibutuhkan sinergisitas, bukan hanya antara manusia dan alam, tetapi juga antara akademisi, masyarakat, pemerintah dan generasi muda.
Baca juga :
“Saya yakin, kegiatan ini dapat menjadi ruang dialog sekaligus laboratorium gagasan menuju gerakan konkret pelestarian lingkungan. Kota Malang dikenal sebagai kota yang kaya akan keanekaragaman hayati, dikelilingi pegunungan, sungai, dan kawasan hijau. Namun tantangannya juga tidak kecil, yakni urbanisasi, sampah, dan eksploitasi alam yang terus meningkat,” tambahnya.
Lebih lanjut orang nomor satu di jajaran Pemkot Malang itu menegaskan, bahwa pihaknya memandang kegiatan seperti ini bukan hanya sebagai seminar semata, tetapi juga sebagai gerakan edukatif dan transformasi kesadaran. “Ketika anak-anak muda mulai bicara tentang hutan, air, sampah, udara bersih, dan perubahan iklim, maka sesungguhnya kita sedang memupuk harapan baru untuk keberlangsungan hidup bersama,” ungkap Wali Kota Wahyu.
Sejalan dengan hal tersebut, pihaknya mengajak para mahasiswa, khususnya yang tergabung dalam MIPA untuk terus melanjutkan langkah-langkah inspiratif ini. “Jangan berhenti pada tataran diskusi dan seminar. Jadikan pengetahuan yang diperoleh sebagai dasar untuk beraksi di kampus, di komunitas, hingga di tengah masyarakat. Saya percaya, generasi muda Kota Malang bukanlah generasi pasif. Kalian adalah generasi penggerak perubahan yang akan mewarisi bumi dan mewujudkan masa depan hijau. Oleh sebab itu, teruslah berkarya dan bersinergi untuk alam. Menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab aktivis, tapi tanggung jawab kita semua sebagai insan berakal,” papar Wali Kota Wahyu. (kom/mlg/sit)










