Kota Malang
Wali Kota Malang Dorong Percepatan Revitalisasi Pasar Besar Paska Terjadinya Tembok Ambrol

Memontum Kota Malang – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus mengupayakan percepatan penanganan Pasar Besar Malang, seusai insiden ambrolnya tembok pembatas Lantai III, pada Selasa (01/07/2025) lalu. Dalam hal ini, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, akan berkoordinasi langsung dengan pemerintah pusat terkait kelanjutan revitalisasi pasar. Apalagi, rencana revitalisasi itu sudah pernah dikawal oleh Pj Wali Kota Malang sebelumnya dan kini insiden kerusakan semakin menegaskan pentingnya percepatan penanganan.
“Saya baru mendapatkan laporan. Kebetulan besok saya ke Jakarta dan saya akan coba berkoordinasi terkait dengan perkembangan Pasar Besar,” ujar Wali Kota Wahyu, Kamis (03/07/2025) tadi.
Menurutnya, kondisi bangunan Pasar Besar saat ini sudah mendesak untuk diperbaiki, terutama karena dinding bagian atas mengalami keretakan. Karena itu, Wali Kota Wahyu mengimbau masyarakat, khususnya pedagang dan pengunjung, untuk lebih berhati-hati.
“Kita sudah tahu kondisinya sekarang ini bagaimana, butuh segera untuk memperbaiki. Maka saya imbau masyarakat untuk hati-hati karena tembok atas itu sudah retak,” katanya.
Sebagai bentuk antisipasi, Pemkot Malang juga telah meminta penanganan pada beberapa titik bangunan yang dinilai membahayakan. Wahyu berharap akan ada kejelasan dari pemerintah pusat, termasuk peluang bantuan dari Bank Dunia dalam bentuk dukungan infrastruktur perkotaan.
Baca juga :
“Mudah-mudahan sudah mulai ada kepastian dari pusat untuk pembangunan Pasar Besar. Kami kemungkinan jadi salah satu nominasi penerima bantuan dari Bank Dunia,” tambahnya.
Terkait upaya relokasi dan penolakan sebagian pedagang, Wali Kota Wahyu menegaskan bahwa pendekatan dan sosialisasi akan terus dilakukan. Bahkan, anggaran untuk proses relokasi pedagang juga telah disiapkan melalui APBD.
“Insyaallah tidak ada lagi masalah di lapangan. Kami lakukan pendekatan, sosialisasi. Contohnya kejadian tembok pembatas ambruk kemarin mudah-mudahan bisa menyadarkan mereka untuk memperhatikan Pasar Besar,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan identifikasi titik-titik rawan di lantai dua dan tiga Pasar Besar Malang. Sebagai langkah awal, area-area yang dianggap membahayakan telah dipasangi papan imbauan agar tidak ditempati.
“Kami sudah pasang papan pengumuman di area yang cukup berbahaya, terutama bagi Pedagang Kaki Lima (PKL). Kami imbau jangan berjualan di bawah area rawan,” kata Eko.
Selain itu, Diskopindag juga akan melakukan pembersihan terhadap area yang kumuh, terutama di lantai atas yang dinilai sangat kotor dan membahayakan. “Kami akan bersihkan semuanya, terutama dinding dan kotoran di lantai dua dan tiga. Karena ini sangat rawan. Tapi kami belum menyediakan tempat lain untuk sementara,” imbuh Eko. (rsy/sit)










