Kota Malang
Walikota Resmikan Pusat Bisnis dan Kewirausahaan Unikama

Dalam paparannya sebagai narasumber, Sutiaji menyampaikan konsep pembangunan Pentahelix dalam membangun Kota Malang kedepan. Dijelaskannya, Pentahelix ada 5 komponen. Pertama kehadiran perguruan tinggi, karena berbasis keilmuan dengan seluruh produk-produk kebijakan harus berbasis keilmuan.
Kedua, Pemerintah dengan DPR, sebagai regulator. Ketiga, masyarakat sebagai obyek dan subyek dari sebuah kebijakan. Keempat, kehadiran pengusaha dalam mendukung embrio pengusaha, kegiatan dan kebijakan yang ada di Kota. Dan kelima adalah media.

Komitmen bersama mewujudkan Malang Kota Kreatif. (rhd)
“Apapun yang kita pakai, media menjadi medium dalam mengedukasi dan memahamkan masyarakat. Literasi berkaitan kebijakan dan pembangunan, masyarakat menjadi tahu karena bantuan media,” tandasnya.
Sementara itu, Rektor Unikama Dr. Pieter Sahertian, M.Si, menyampaikan, Pusat Bisnis dan Kewirausahaan ini akan menjadi inkubator bisnis untuk mengembangkan jiwa bisnis para mahasiswa di era industri 4.0, sekaligus sebagai implementasi di lapangan. Artinya, tak hanya memiliki skill dalam mencari kerja, namun memiliki skill menciptakan kerja dengan berwirausaha.
“Inkubator bisnis ini sebagai sarana pembelajaran mahasiswa di mata kuliah kewirausahaan, dimana akan membina mahasiswa bagaimana cara untuk berbisnis selaras dengan era internet. Tujuan lainnya, nantinya bisa memunculkan pelaku start up baru di Kota Malang, sehingga mahasiswa selain memiliki kemampuan akademis, juga memiliki jiwa entrepreneur. Sehingga mahasiswa ke depannya bisa menciptakan lapangan pekerjaan, dan tidak menggantungkan diri pada usaha orang lain,” tandasnya.
Acara diawali dengan Seminar bertemakan Penguatan Peran Inbis dalam Dunia Pendidikan, Dunia Usaha, dan Peran Pemerintah di Era Industri 4.0 l, dengan menghadirkan narasumber Kepala IDX Incubator Jawa Timur, Cita Melisa, Ketua Indonesia Start Up Founder Malang Raya Arif Budiono, dan Kabid Ilmatetta Dinas Perindustrian Kota Malang Fahmi Fauzan. (adn/yan)
















