Kota Malang
Wawali Kota Malang Sebut 300 Vaksin PMK Tahap Awal untuk Sapi Perah

Memontum Kota Malang – 300 vaksin yang diperuntukkan untuk mencegah penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak khususnya sapi di Kota Malang, sudah habis digelontorkan. Sesuai rencana, sejumlah vaksin disebar di empat kecamatan yang ada di Kota Malang, yakni Kedung Kandang, Lowokwaru, Blimbing dan Sukun.
Wakil Wali (Wawali) Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, menjelaskan bahwa langkah cepat itu dilakukan sebagai bagian percepatan vaksinasi hewan menjelang Idul Adha. Dari 300 vaksinasi yang diperoleh dari pemerintah pusat, semua sudah dihabiskan digunakan untuk vaksin dosis satu.
Baca juga:
- Gubernur Jatim Tinjau Gelaran Pasar Murah di Banyuwangi
- Bupati Malang Terima Kunjungan Kapolresta Malang di Monumen dan Museum Tragedi Kanjuruhan di Gate 13
- Anggota Satgas TMMD Kediri Beri Materi Wawasan Kebangsaan untuk Siswa MI Al-Munir
- Gubernur Jatim Salurkan Bantuan Sosial Rp 5,26 Miliar untuk Masyarakat Banyuwangi
- PBB 2026 Kota Malang Resmi Dibuka, Tak Ada Kenaikan dan Pembayaran Kian Praktis
“Perharinya, 100 vaksin diberikan kepada 100 ekor sapi. Ini dosis satu dan nantinya akan ada bertahap untuk selanjutnya,” jelas Bung Edi, Sabtu (02/07/2022) tadi.
Diuraikan Bung Edi, 300 vaksin yang telah diterima dan disebar tersebut, semua diprioritaskan untuk sapi perah. Hal ini dikarenakan, untuk memenuhi kebutuhan ekonomi masyarakat Kota Malang.
“Sapi perah itu kan menghasilkan susu, yang mana itu berdampak pada kebutuhan ekonomi masyarakat. Karenanya, ini yang didahulukan,” lanjutnya.
Sementara itu, untuk kasus PMK di Kota Malang, dari ratusan sapi yang ada, hanya tiga ekor diantaranya yang mati. Untuk lainnya, sudah dinyatakan sembuh dari PMK dan juga sudah dilakukan pemotongan. “Kan itu nggak berbahaya untuk masyarakat. Beberapa hewan sudah sembuh dan juga sudah dilakukan pemotongan,” imbuhnya. (rsy/sit)
















