Kota Malang
Wujudkan Layanan Prima, BP2D Kota Malang Gelar Pelatihan Fisik, Mental Petugas Pajak

“Melalui kegiatan ini, nantinya para pegawai tidak sekadar mendapat suntikan motivasi namun juga memiliki pengalaman dan energi baru. Sehingga saat kembali menjalankan rutinitas pekerjaan, mereka memliki semangat yang tinggi dalam memberikan pelayanan terbaik,” tegas Mulyono.
Usai sarasehan dan sesi tanya jawab, kegiatan langsung disambung acara ramah tamah bersama seluruh peserta hingga malam. Tampak hadir di sana para camat, sejumlah Kepala OPD beserta perwakilan Forkopinda hingga tokoh lintas komunitas. Sekda Kota Malang, Drs Wasto SH, MH beserta sejumlah Kepala OPD dan perwakilan Forkopinda memberikan pengarahan pada seluruh peserta
Selain materi di kelas, para petugas pajak daerah juga mendapat gemblengan mental dan fisik di luar kelas. Dimulai dengan serangkaian fun games, lalu senam bersama dan pelatihan baris-berbaris pada Sabtu pagi.
Kepala BP2D Kota Malang, Ir H Ade Herawanto MT menyampaikan bahwa melalui bina fisik dan mental seperti ini, diharapkan semakin memupuk kedisiplinan, solidaritas, kekompakan dan kesigapan seluruh petugas pajak daerah.
Kepala BP2D Kota Malang Ade Herawanto bersama Narasumber dari Kejaksaan dan Polres Malang Kota“Untuk kegiatan kali ini kami mengambil instruktur dari Brimob Polri. Dan di kesempatan berikutnya bisa juga dari unsur TNI, seperti selama ini dari Marinir TNI AL dan Kostrad TNI AD,” paparnya.
Bukan tanpa alasan bila etos kerja tinggi para petugas pajak daerah harus disertai kemampuan diri yang mumpuni.
Pasalnya, tantangan yang dihadapi BP2D tiap tahunnya semakin berat. Dalam hal target Pendapat Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak saja, nilainya sudah jauh signifikan.
Jika pada tahun 2016 OPD eks Dispenda itu dibebani target Rp 282 Miliar, pada akhir 2017 realisasi target yang harus dipenuhi sebesar Rp 352,5 Miliar.
Untuk mencapainya, Ade menyebut ada banyak upaya yang akan dilakukan. Apalagi BP2D sudah punya ’40 Jurus’ yang terbukti ampuh dan sudah dibukukan beberapa waktu lalu.
“Masih ada banyak upaya terobosan pajak, baik intensifikasi maupun ekstensifikasi namun tidak memberatkan masyarakat. Mulai semester ini kami juga semakin intens untuk kegiatan jemput bola turun ke tengah mayarakat dan pusat-pusat keramaian, pemungutan pajak door to door hingga kegiatan sosialisasi perpajakan yang dikemas dalam berbagai even seperti Tax Goes to Mall, Tax Goes to Campus, Tax Goes to School hingga Tax Goes to Kampung,” seru Sam Ade d’Kross, sapaan akrabnya.
Rangkaian kegiatan peningkatan kualitas dan kapasitas petugas pajak diakhiri dengan refreshing. Sebagai hiburan dan sarana untuk semakin mengasah kekompakan, seluruh peserta memacu adrenalin dengan menikmati tubing sepanjang aliran sungai nan mengasyikkan. (*/yan)
















