Kota Malang
34 Ekor Sapi di Peternakan Kota Malang Suspek PMK

Memontum Kota Malang – Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) yang menyerang hewan ternak di Kota Malang, terus bertambah. Terakhir, sebanyak tiga titik di lokasi peternakan di Kota Malang, berhasil ditemukan kasus serupa.
Bahkan, temuan kasus PMK di Kota, pun membangkak, karena terbaru mencapai hingga 34 ekor Sapi. Serangkaian temuan itu, diketahui setelah pihak Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, melakukan surveilans ke sejumlah peternakan milik warga.
“Temuannya itu sejak Jumat lalu di Kelurahan Madyopuro ada 15 ekor. Lalu, Kelurahan Purwantoro 17 ekor dan Cemorokandang ada 2 ekor. Total semua ada 34, sejak hari Jumat hingga Minggu kemarin,” jelas Anton, Senin (22/05/2022) tadi.
Baca juga :
- Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia
- Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat
- Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan
- Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan
- Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil
Dikatakannya, bahwa hal ini perlu diawasi secara langsung. Karena saat di Rumah Potong Hewan (RPH) sudah teratasi, kini tren muncul lagi dan semakin bertambah. 34 ekor sapi ini, kini tengah dalam penanganan dan belum ada yang disembelih paksa. Dirinya juga mengaku heran, kenapa begitu cepat menyerang, padahal sebelumnya di tingkat peternakan aman.
“Doa saja agar tidak bertambah. Ada suspek yang sudah diobati, sudah pulih. Itu di Kelurahan Purwantoro yang 8 ekor, sudah pulih. Antisipasinya kita tetap pemberian pengobatan yang sakit kemudian disinfeksi oleh peternak,” imbuhnya.
Pihaknya memperkirakan, sapi-sapi tersebut telah mengalami inkubasi selama dua Minggu. Pasalnya, dari pengakuan peternak, sapi tersebut didatangkan dari luar kota sebelum hari Raya Idul Fitri kemarin. (cw2/sit)
















