SEKITAR KITA
Banyak Permintaan MICE, Okupansi Hotel di Kota Malang Naik

Memontum Kota Malang – Perekonomian di Kota Malang sudah mulai menggeliat dan menunjukkan tren kenaikan. Salah satunya ditandai dengan pertumbuhan sektor pariwisata yang menunjukkan adanya peningkatan okupansi hotel.
Setidaknya, hal itu disampaikan Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni, Senin (05/04). Disela-sela acara Sosialisasi Aturan Jasa Usaha Pariwisata.
“Benar, usaha di bidang pariwisata mulai menggeliat. Salah satunya ditunjukkan dari pertumbuhan okupansi hotel yang sudah mulai membaik,” ungkapnya.
Baca juga:
- Wali Kota Malang Pastikan Harga Bahan Pangan Turun
- Bupati Lumajang Ajak Masyarakat Taat Pajak dan Tertib Laporan SPT Tahunan
- 1.270 Pedagang Pasar Induk Gadang Direlokasi Swadaya ke Lahan Sewa
- Soroti Masalah Pendidikan di Kabupaten Malang, Bupati Sanusi Terima Audiensi bersama BEM
- Tinjau Relokasi Pasar Induk Gadang, Pemkot Malang Pastikan Pedagang Pindah Usai Lebaran
Meningkatnya okupansi di beberapa hotel Kota Malang ternyata dipengaruhi oleh makin naiknya permintaan Meeting, Incentive, Convention and Exhibition (MICE).
“Giat MICE sudah bergerak, baik dari Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kota maupun instansi swasta. Hotel-hotel berbintang yang memiliki banyak hall rata-rata okupansinya di atas 50 persen,” papar Ida.
Tak hanya itu, okupansi hunian kamar di hotel pun juga meningkat. Terbukti saat long weekend minggu lalu, hampir 50 persen kamar hotel di Kota Malang terisi.
“Untuk pemesanan kamar rata-rata hotel di Kota Malang okupansinya sudah mencapai 50 persen,” tambahnya.
Melihat tren positif perekonomian sektor wisata, Ida mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan upaya peningkatan potensi pariwisata Kota Malang. Salah satunya, dengan penyelenggaraan berbagai event wisata di tahun 2021 ini.
“Kami sudah siapkan berbagai event pariwisata mulai bulan April hingga Desember mendatang. Sudah 40 event kami rencanakan, beberapa ada yang diselenggarakan oleh kampung tematik. Nanti yang bertanggungjawab atas kegiatannya, yakni masing-masing Forum Komunikasi Kelompok Sadar Wisata (Forkom Pokdarwis),” jelasnya. (mus/ed2)
















