SEKITAR KITA
Insiden ‘Pesawat Kertas’ Beterbangan di Rumdin, Wali Kota Sutiaji Anggap Itu Pesan untuk Selamatkan Yayasan Arema

Memontum Kota Malang – Insiden ‘pesawat kertas’ beterbangan di rumah dinas (Rumdin) Wali Kota Malang, yang bertuliskan ‘Selamatkan Yayasan Arema’ dan ada nyala flare di halaman luar Rumdin, mendapat tanggapan Wali Kota Sutiaji.
Dirinya mengatakan, aksi atau reaksi yang disampaikan tersebut, baginya bukan suatu masalah. Karena, reaksi ‘pesawat kertas’ itu adalah usaha dalam menyampaikan aspirasi pecinta bola di Malang.
Baca juga:
- Gubernur Jatim Tinjau Gelaran Pasar Murah di Banyuwangi
- Bupati Malang Terima Kunjungan Kapolresta Malang di Monumen dan Museum Tragedi Kanjuruhan di Gate 13
- Anggota Satgas TMMD Kediri Beri Materi Wawasan Kebangsaan untuk Siswa MI Al-Munir
- Gubernur Jatim Salurkan Bantuan Sosial Rp 5,26 Miliar untuk Masyarakat Banyuwangi
- PBB 2026 Kota Malang Resmi Dibuka, Tak Ada Kenaikan dan Pembayaran Kian Praktis
“Bagi saya, itu tidak masalah. Itu biasa. Tapi kesannya, seakan-akan rumah kami dilempari, padahal sesungguhnya tidak. Mereka hanya menyampaikan pesan dan flare pun, dinyalakan di luar pagar,” terang Sutiaji tegas, pada Selasa (06/04) tadi.
Pemilik kursi N1 itu mengatakan, bahwa bahasa yang disampaikan pada kertas tersebut, adalah bahasa-bahasa pecinta sepak bola Malang atau Aremania. Di mana, menyampaikan dan mengingatkan, bahwa Arema saat ini terbelah menjadi dua.
“Itu bahasa-bahasanya Aremania. Pesan itu, mengingatkan kalau saat ini Arema sedang terbelah. Saya itu sudah tahu, kemarin kan kami sudah menemui Aremania. Tetapi mereka maunya instan. Hari ini menyampaikan aspirasi, 5 hari lagi harus tuntas masalahnya,” ujar Sutiaji.
Lebih lanjut politisi Partai Demokrat itu mengatakan, bahwa sebenarnya sikapnya sudah jelas dalam menangani permasalahan ini. Dulu saat Wasto masih menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, pihaknya bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bangkesbangpol) sudah mendatangi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kumham).
“Ternyata disana sudah ada pembekuan yayasan. Waktu dulu kan saya janjikan kejelasan yayasan itu bagaimana, dan sudah saya sampaikan bahwa dibekukan,” tambahnya.
Beberapa bulan lalu juga Wali Kota Sutiaji sudah melakukan video conference (vidcon) dengan Plt Sekjen PSSI, Yunus Nusi.
“Menurut beliau konteksnya ada dua dan keduanya diakui oleh PSSI. Nah kalau seperti itu, bukan ranah kami. Karena ranah kami hanya sebatas menjelaskan bagaimana sesungguhnya yayasan tersebut. Kalau sudah menyangkut internal manajemen yayasan itu sudah bukan kapasitas dan domain kami,” papar Sutiaji.
Orang nomor satu di jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Malang itu berharap masyarakat bisa berdiam diri dahulu. Pasalnya, permasalahan ini tidak bisa ditekan harus selesai dalam jangka waktu sekian hari.
“Sementara saya sudah berusaha menghubungi mantan ketua Yayasan Arema, pak M. Nur tapi tidak bisa. Orang terdekatnya bilang untuk jangan diusik ketenangannya. Masih terus kita cari solusi,” paparnya. (mus/sit)
















