SEKITAR KITA
Marak Kondisi Diskonten, Wawali Bung Edi Sebut Kota Malang Sangat Dinamis dan Terkendali

Memontum Kota Malang – Kemajuan dan tak terbatasnya teknologi nyatanya berdampak pada sulitnya filter informasi yang dialami masyarakat saat ini.
Hal tersebut disampaikan Wawali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, saat hadiri forum Sinergitas Pemda, Aparat Keamanan, dan Masyarakat Dalam Kewaspadaan Dini sebagai Upaya Memelihara Situasi Kamtibmas, Kamis (03/06) tadi.
Baca juga:
- Presentasikan Inovasi Smart Chocolate, Siswi SDN Sawojajar 5 Kota Malang Raih Emas di Ajang AISEEF 2026
- Pemkot Surabaya Perkuat Komitmen Program MBG Berjalan Optimal, Aman dan Tepat Sasaran
- Selama Ramadan, Disdikbud Kota Malang Batasi Kegiatan Belajar Maksimal Sampai 12.30 WIB
“Beberapa waktu yang lalu ketika Presiden mengumpulkan Kepala Daerah, beliau berpesan untuk lebih memperhatikan kondisi masyarakat. Dimana mereka saat ini cenderung hanyut dalam diskonten karena kurangnya filter informasi,” ujar Bung Edi.
Sehingga dijelaskan orang nomor dua di Kota Malang itu, pembuatan kebijakan, kegiatan, maupun event harus benar-benar diperhatikan.
“Karena banyak kerawanan sosial bersumber dari statmen atau kebijakan yang diskonten. Sehingga tugas membangun sinergitas aman dan kondusif makin rumit,” sambungnya.
Namun pihaknya merasa bersyukur, bahwa di Kota Malang yang sangat dinamis masih mampu terkendali.
“Alhamdulillah di Kota Malang walau dinamika tinggi dan masyarakatnya sangat kritis, semua bisa dilewati. Memang harus bekerja secara keras, salah satunya dengan menguatkan silaturahmi,” paparnya.
Terakhir, pemilik kursi N2 itu menegaskan bahwa menjadi kota metropolitan boleh-boleh saja. Namun silaturahmi haru tetap terjaga dan terjalin. (mus/ed2)
















