Hukum & Kriminal
Kapolres Probolinggo Kota Himbau Masyarakat Agar Tidak Termakan Isu Hoax

Memontum Probolinggo – Polisi mengimbau warga Kota Probolinggo tidak ikut ikutan demo seperti yang terjadi di luar daerah. Pertimbangan tersebut guna terpeliharanya situasi kamtibmas yang kondusif dan rasa aman di masyarakat sesuai maklumat Kapolda Jatim.
“Kepada masyarakat Kota Probolinggo agar tidak ikut ikutan masalah demo yang menetang aturan pemerintah,” kata Kapolresta disela sela pemberian sembako gratis kepada Komunitas Ojek Online (Ojol), Jumat (23/07).
Baca Juga:
- Wali Kota Probolinggo Dorong Penerapan Dashboard Monitoring di RSUD dr Mohammad Saleh
- Jaga Ekosistem Perairan, Wali Kota Probolinggo 4 Tebar Bibit Ikan di Ranu Sentong
- Deteksi Dini PTM, Pemkot Probolinggo Gelar Cek Kesehatan Gratis Bagi Seluruh ASN
Imbauan warga Kota Probolinggo agar jangan ada demo, alasannya lebih karena persoalan ketertiban umum. Yang nantinya akan berpotensi mengganggu ketertiban umum.
AKBP Raden Muhammad Jauhari mengingatkan agar masyarakat Kota Probolinggo tidak termakan isyu Hoax, apalagi demo yang menentang aturan pemerintah. Yuk kita ciptakan Kota Probolinggo yang aman dan tentram.
“Lebih baik kita berdoa untuk keselamatan negeri ini,” ucap Raden Muhammad Jauhari
AKBP Raden Muhammad Jauhari juga, meminta kepada masyarakat, agar tidak termakan isyu hoax, baik terkait vaksin Covid-19 dan lainnya, yang banyak tersebar di media sosial (Medsos).
Bagi penyebar berita hoax di Medsos itu, Kapolres menegaskan, polisi akan menuntut pertanggungjawabannya, sesuai aturan hukum yang berlaku.
“Mereka akan dijerat dengan Undang-Undang KUH Pidana, dan UU ITE,” tegas Raden Muhammad Jauhari Raden Muhammad jauhari juga mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat Kota Probolinggo, untuk segera melakukan vaksinasi, agar penyebaran Covid bisa segera berakhir. Tetap disiplin prokes dengan menjalankan 5 M,” imbuhnya. (geo/ed2)
















