Bondowoso
Ketua DPC PKB dan Ketua PCNU Hadiri Musancab PKB Bondowoso

Memontum Bondowoso – Setelah Nahdlatul Ulama (NU) menyatakan khittah, maka NU kembali kepada jati dirinya sebagai organisasi sosial keagamaan yang fokus untuk mengurusi jamiyyah. Namun demikian, NU menyadari pentingnya perjuangan politik. Sehingga, dibentuklah wadah bernama Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Demikian disampaikan Ketua PCNU Kabupaten Bondowoso, KH Abd Qadir Syam, dalam Musancab (Musyawarah Anak Cabang) PKB Bondowoso. Ditegaskan, PKB merupakan partai yang didirikan oleh kiai-kiai NU.
“Karenanya, hubungan keduanya tidak ubahnya orang tua dengan anak, yang tetap terbangun dengan baik. Maka idealnya, semua warga NU berada di PKB. Akan tetapi, tidak ada larangan bagi nahdliyyin untuk menentukan tempat perjuangan politiknya di partai lain,” ujarnya, Minggu (23/01/2022).
Baca juga :
- HUT 112 Kota Malang, Pemkot Malang segera Tetapkan Logo Baru
- Pengawasan Menyeluruh THR, Pemprov Jatim Buka 54 Titik Posko Pelayanan Pengaduan
- Kolaborasi dengan Pihak Swasta, Pemkot Malang Gelar Mudik Gratis Tahun 2026
- Dukung Ketahanan Pangan, Bupati Malang Ikuti HLM TPID dan TP2DD Jatim 2026
- Disdikbud Kota Malang Tegaskan Bus Sekolah Tetap Beroperasi Meski Ada Angkot Gratis Pelajar
Maka, lanjutnya, PKB itulah alat politik NU, bukan sebaliknya. Dibentuknya PKB, untuk menjadi wadah aspirasi warga nahdliyyin dan sekaligus tempat perjuangan politiknya NU.
Ditambahkan, PKB merupakan wadah politik nahdiyyin. Tanpa kehadiran partai politik, NU tidak bisa berkiprah dalam mempengaruhi kebijakan pembangunan demi tercapainya kesejahteraan masyarakat dan keadilan sosial.
Ketua DPC PKB, H. Ahmad Dhafir, pun membenarkan bahwa PKB merupakan alat perjuangan NU. Bukan NU yang menjadi alat PKB. Apapun yang diperintahkan NU, PKB siap menjalankannya. (zen/sit)
















