Kota Malang
Gelar Apel Pamor Keris, Wali Kota Malang Ingatkan Peningkatan Kesadaran Patuh Prokes

Memontum Malang – Wali Kota Malang, Sutiaji, bersama Forkopimda Kota Malang menggelar Apel Pamor Keris (Patroli Motor Penegakan Protokol Kesehatan di Masyarakat) di Halaman Depan Balai Kota Malang, Senin (24/01/2022) pagi.
Usai apel, Tim Pamor Keris selanjutnya dilepas oleh Forkopimda Kota Malang dari Halaman Balai Kota Malang. Tim tersebut, diantaranya terdiri dari anggota Satpol PP, Dinas Perhubungan, TNI, Polri serta Brimob.
Wali Kota Malang dalam kesempatan itu mengatakan, bahwa Apel Pamor Keris diinisiasi oleh Kapolda Jatim bekerjasama dengan Pangdam V Brawijaya, ini sungguh luar biasa. “Gelar Apel Pamor Keris ini sangat luar biasa, karena berkaitan dengan bagaimana bisa mengendalikan penyebaran varian Covid-19 yang baru yaitu Omicron. Memang, jauh lebih cepat penyebarannya dibandingkan dengan varian Delta,” kata Sutiaji.
Baca juga
- Relawan Kresna 384 Wagir Bagi Takjil Gratis di Jalan Raya Kebonagung
- Bocah 6 Tahun Dilaporkan Hanyut di Sungai Kasin Kota Malang
- Aplikasi SIAPGRAK Bapenda Kota Malang Pastikan Pembayaran BPHTB Mulai Februari
- Serapan Perum Bulog Jatim Tembus di Angka 200 Ribu Ton Beras Per Februari
- Bupati Rio Lantik Ahmad Yulianto sebagai Pj Sekda Kabupaten Situbondo
Dirinya juga mengatakan, bahwa gelar apel ini dapat mengulang memori akan himpitan varian Delta yang luar biasa di Juni hingga akhir Desember kemarin. Sehingga, dikatakannya, jangan sampai lonjakan tersebut terjadi lagi, maka diharapkan protokol kesehatan tetap dikuatkan lagi.
“Ada indikasi saat Nataru kemarin, banyak orang yang mencuri start meskipun sudah dilarang pulang. Sehingga, mobilitas orang keluar-masuk Kota Malang, luar biasa,” tambahnya.
Sutiaji juga menambahkan, berdasarkan hasil survey Kementerian Kesehatan (Kemenkes), bahwa akhir-akhir ini tingkat kesadaran masyarakat akan protokol kesehatan mengalami penurunan. Dari sebelumnya 92,7 persen, saat ini menjadi 92,4 persen.
“Maka, kami mohon protokol kesehatan kembali diterapkan lagi. Tentunya kami bergandengan dengan Forkopimda hingga Forkopimda Plus, karena ada dari Brimob dan Denpom yang sudah menjadi satu kesatuan untuk saling mengingatkan satu sama lain,” jelasnya.
Berkaitan dengan lonjakan kasus Omicron di Kota Malang, Wali Kota Malang mengatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan tracing dan testing untuk mengantisipasi agar tidak semakin melonjak. “Kita sudah siapkan Isoter nantinya di SKB hingga RSUD. Selain itu, memang ada anjuran dari Kemenkes bagi yang OTG untuk isolasi mandiri di rumah masing-masing,” terangnya.
Sementara itu, Kapolresta Malang Kota, Kombes Budi Hermanto, menambahkan bahwa total jumlah personel Pamor Keris yang diterjunkan sebanyak 380 orang. “Jumlah keseluruhannya 380 personel, gabungan dari Satpol PP, Dishub, Polresta Malang Kota, Kodim, serta Brimob. Seperti disampaikan Pak Wali Kota, tidak ada penyekatan atau pembatasan. Tetapi mengingatkan masyarakat taat prokes,” tuturnya.
Buher-sapaan Kapolresta Malang Kota juga menghimbau, agar masyarakat tidak membuat kegiatan yang sifatnya mengundang kerumunan atau banyak orang. Hal ini, dikarenakan dalam beberapa pekan terakhir, terjadi lonjakan kasus harian Covid-19 di Kota Malang yang cukup luar biasa. (cw1/sit)
















