Kota Batu
Gelar Rakor bersama Forkopimda Jatim, Gubernur Tegaskan Tak Akan Berlakukan PPKM

Memontum Kota Batu – Tren kenaikan Covid-19 varian Omicron dalam kurun waktu beberapa waktu terakhir, membuat Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan buru-buru mengambil keputusan untuk melakukan regulasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Gubernur menganggap, bahwa langkah tersebut dianggap kurang efektif mengingat transmisi virus varian omicron ini lebih cepat dibandingkan varian delta.
Hal ini ditegaskan pasca orang nomor satu di Pemerintahan Jatim itu, melakukan rapat koordinasi (Rakor) dengan seluruh Forkopimda Jatim di salah satu hotel di Jalan Ir Soekarno, Kota Batu, Selasa (08/02/2022) perang. “Jadi, tidak serta merta dengan adanya PPKM, maka semua bisa terkendali. Kita lebih memilih untuk melakukan reaktifasi relawan pada PPKM mikro yang lalu dan kampung tangguh,” katanya.
Oleh sebab itu, dirinya menghimbau empat pilar tingkat desa maupun kelurahan yakni Babinsa, Babinkamtibmas, lurah/Kades dan Bidan Desa, untuk kembali aktif. Selain itu, dirinya juga menekankan agar stakeholder tingkat daerah bisa menggeber vaksinasi baik untuk umum, anak dan Lansia.
Baca juga :
- Libur Lebaran, Pemkab Banyuwangi Tetap Buka Pelayanan Adminduk
- Dua Terdakwa Dugaan Korupsi Pengadaan Tanah Polinema Dituntut 12 Tahun Penjara
- Pasar Murah Berbuntut Ricuh, Diskopindag Kota Malang Siapkan Skema Baru
- Bupati Rejang Lebong Ditetapkan Tersangka Dugaan Suap Fee Proyek, Wabup Tak Terbukti
- Permintaan Daging Sapi Meningkat, Pemkab Banyuwangi Lakukan Tes Cepat Standar ASUH
Selain itu, Satgas Covid-19 tingkat desa hingga kota atau kabupaten, untuk melakukan tracing kepada 15 kontak erat pada orang yang terindikasi terkena Covid-19. “Sehingga, bisa cepat termonitor dan diatasi,” imbuhnya.
Dirinya juga menambahkan, untuk masyarakat yang merasa kurang sehat, lebih baik segera melaporkan keadaan dirinya dan tidak takut untuk pindah sementara di ruang isolasi terpadu (Isoter). “Kecuali, memang memiliki kamar mandi sendiri, kamar sendiri, maka bisa melakukan isolasi mandiri (isoman) serta bersabar untuk tidak melakukan aktivitas,” tegasnya. (bir/sit)
















