Kabupaten Malang
PTM Belum 100 Persen, Sekretaris Diknas Kabupaten Malang sebut Orang Tua Jadi Faktor

Memontum Malang – Sekretaris Dinas Pendidikan Nasional(Diknas) Kabupaten Malang, Suwandi, mengatakan bahwa lembaga pendidikan di Kabupaten Malang, belum memutuskan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen. Salah satu penyebab, yakni karena menyesuaikan ketentuan SKB 4 menteri.
“Terkait PTM 100 persen, kita menyesuaikan level yang ada. Di masing-masing satuan pendidikan, menyesuaikan ketentuan dari SKB 4 menteri,” kata Suwandi saat ditemui di Mapolres Malang, Selasa (22/03/2022).
Dirinya juga mengatakan, bahwa Dinas Pendidikan hanya akan melakukan implementasi jika sudah ada instruksi dari pusat. Sedangkan terkait dengan capaian vaksinasi anak atau pelajar sekolah, sudah hampir mencapai 100 persen.
“Hampir 100 persen. Namun, kita terkendala oleh orang tua yang melarang anaknya vaksin karena kekhawatiran tertentu,” imbuhnya.
Baca juga :
- Dalami Laporan Pelayanan MBG, DPRD Kota Malang Akan Panggil SPPG
- Wali Kota Malang Sampaikan LKPJ 2025, DPRD Akan Dalami Sumber Surplus Anggaran
- Antrean Pasar Murah Membludak Meski Munculkan Kecewa, Diskopindag Kota Malang Bakal Lakukan Evaluasi
- Kualitas Indek Pelayanan Publik Pemkab Lumajang Kian Meningkat dan Masuk Kategori Sangat Tinggi
- Wali Kota Probolinggo Lantik 67 Pejabat Administrator dan Pengawas
Sekretaris Diknas Kabupaten Malang juga menjelaskan, bahwa pihaknya menghimbau kepala sekolah dan guru, untuk memberikan pencerahan kepada orang tua, agar tidak salah persepsi. “Masih terdapat sebagian yang tidak memperbolehkan anaknya vaksin, mungkin sekitar 1 persenan,” tambahnya.
Dalam mengantisipasi hal tersebut, Dinas Pendidikan juga melibatkan komite sekolah untuk memberikan pemahaman kepada orang tua yang masih gagal paham akan vaksinasi. Dirinya berharap, PTM 100 persen bisa segera terlaksana jika keadaan sudah kondusif.
“Kalau situasi memungkinkan, maka harapan kami tentunya PTM 100 persen. Karena dengan PTM 100 persen, penyerapan materi akan lebih efektif serta penanaman karakter yang maksimal,” terangnya. (cw1/sit)











