Kota Malang
Peringati Hari Otonomi Daerah, Wali Kota Malang Sutiaji Optimis Menuju Kota Mandiri Fiskal

Memontum Kota Malang – Wali Kota Malang, Sutiaji, didampingi Wakil Wali (Wawali) Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko dan Sekretaris Daerah (Sekda), Erik Setyo Santoso, menghadiri Peringatan ke XXVI Hari Otonomi Daerah tahun 2022 melalui virtual, di Ruang Ngalam Command Center (NCC) Balai Kota Malang, Senin (25/04/2022) tadi.
Dalam peringatan itu, dirinya ingin menguatkan Kota Malang menuju kota yang mandiri fiskal. Sehingga, ketergantungan daerah pada pusat semakin dikuatkan.
“Kami berdoa semoga Kota malang ini bisa menuju mandiri fiskal, jadi 60 persennya di dapat daerah, dan 40 persennya dari pusat,” kata Sutiaji, Senin (25/04/2022) tadi.
Baca juga:
- Kota Malang Masuk 31 Besar Program LSDP Kemendagri, Proyek RDF Ditarget Mulai 2027
- Polres Situbondo Ungkap Praktik Pembuatan Petasan dan Amankan 5,1 Kg Bubuk Mercon
- Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Turun, Dishub Kota Malang Siapkan 7 Pos dan Rekayasa Lalin Situasional
- Ramadan Kondusif, Rutan Situbondo Perketat Pengamanan Lewat Sidak Blok Hunian
- Evaluasi Penataan Lalin Jalan Merdeka Selatan, Dishub Kota Malang Tak Tutup Permanen saat Ramadan
Dijelaskannya, bahwa di Jawa Timur hanya ada satu daerah yang sudah mandiri fiskal, yakni Surabaya. Oleh karena itu, Kota Malang bersama dengan dua daerah lainnya di Jawa Timur seperti Sidoarjo dan Gresik, akan menuju kemandirian fiskal menyusul Surabaya.
“Mudah-mudahan nanti ke depannya, bisa sesuai dengan target. Kalau sebelumnya tidak ada Pandemi Covid-19, itu bisa di tahun 2021 lalu untuk menuju mandiri fiskal,” imbuhnya.
Dirinya berharap, untuk target di tahun 2023 ke depan, bisa mencapai Rp 1,5 triliun. Yang artinya, untuk menuju kemandirian fiskal sudah melebihi 60 persen hingga 70 persen dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Malang.
Dikatakannya, itu bisa didapatkan melalui pendapatan pajak. “Kota Malang inikan Kota perdagangan dan jasa, maka kita kuatkan itu untuk menambah pendapatan daerah,” lanjutnya.
Tentu untuk mencapai kemandirian fiskal, tambahnya, itu tidak mudah. Ada beberapa hal yang menjadi kendalanya. Seperti, kesadaran masyarakat akan membayarkan pajak, lalu potensi lain atau inovasi lain untuk menambah pendapatan Kota Malang.
“Potensi pendapatan lain, atau inovasi- inovasi ini harus ada, sehingga harapannya nanti untuk menambah pendapatan di Kota Malang,” terangnya. (hms/cw2/sit)
















