Blitar
Bupati Rini Berharap Komoditas Cabai di Kabupaten Blitar Bisa Tetap Stabil dan Terjangkau

Memontum Blitar – Kabupaten Blitar merupakan daerah agraris, sebagai penyangga pangan nasional. Untuk itu, berbagai upaya dilakukan supaya hasil produksi pangan di wilayah Kabupaten Blitar, meningkat. Baik dari sisi kuantitas maupun kualitas.
Hal tersebut, disampaikan Bupati Blitar, Rini Syarifah, saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Pendampingan Kawawan Sentra Produksi Pangan di ruang pertemuan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Blitar, Senin (03/10/2022) tadi. Acara sendiri, dihadiri oleh Dirjend Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) wilayah Malang, DR Setya Budhi Udrayana S.Pt. MSi dan diikuti sekitar 40 orang alumni Polbangtan.
Bupati Blitar mengatakan bahwa kegiatan Bimtek ini untuk menindaklanjuti MoU antara Pemerintah Kabupaten Blitar dan Polbangtan. “Polbangtan akan melakukan pendampingan pada kawasan sentra produksi pangan, agar hasil produksi pangan di wilayah Kabupaten Blitar, meningkat. Baik itu dari sisi kuantitas maupun kualitas,” kata Bupati Rini Syarifah.
Lebih lanjut wanita yang akrab disapa Mak Rini ini menyampaikan, beberapa waktu lalu Badan Pangan Nasional (PBN) atau National Food Agency (NFA) meluncurkan Gerakan Penganekaragaman Konsumsi Pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA). Hal ini, untuk menjaga ketahanan pangan nasional dengan pembenahan sektor pertanian dari hulu ke hilir. Termasuk, perubahan budaya konsumsi masyarakat.
“Nah, tentunya kita harus mendukung gerakan B2SA tersebut dan salah satu diantaranya seperti kegiatan yang akan dilaksanakan selama 3 bulan mulai Oktober sampai Desember 2022 ini,” jelasnya.
Baca juga :
- Bupati Sanusi Terima Penghargaan Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih dari Menteri Lingkungan Hidup
- Masuk Peringkat 7 Besar Nasional, Wali Kota Malang Terima Penghargaan Sertifikat Menuju Kota Bersih
- Gudang Bulog dan TBBM Jadi Sasaran Pemantau Bupati dan Forkopimda Banyuwangi Hadapi Lebaran
- Pemkot Malang Siapkan Pendanaan Revitalisasi Pasar Besar dengan Skema KPBU
- PBI Dinonaktifkan, BPJS Malang Pastikan Warga Tak Mampu Bisa Aktifkan Kembali Kepesertaan
Mak Rini menambahkan, untuk komoditas yang akan didampingi yaitu cabai rawit di Kecamatan Udanawu, pasar lelang cabai di Kecamatan Wonodadi dan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) di Kecamatan Sanankulon.
“Dari hasil pendampingan diharapkan komoditas cabai rawit dan hasil produksi dari kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) akan lebih jelas pemasarannya, dan kelompok tani akan lebih paham tentang agribisnis,” imbuhnya.
Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Blitar ini menambahkan, pada hakekatnya tujuan dan sasaran kegiatan P2L itu, yaitu untuk meningkatkan ketersediaan, aksesibilitas dan pemanfaatan pangan bagi rumah tangga. Ini, sesuai dengan kebutuhan pangan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman.
“Selain itu, yang terpenting untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga melalui penyediaan pangan yang berorientasi pasar,” tambahnya.
Mak Rini menyebut, Kabupaten Blitar pada tahun 2021 komoditas cabai rawit mencapai 71.337 ton, cabai merah 7.092 ton, dan cabai keriting 3.579 ton.
“Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, komoditas cabai di Kabupaten Blitar bisa tetap stabil dengan harga terjangkau, sehingga tidak menyumbang inflasi. Dan Kabupaten Blitar bisa mendukung Indonesia wujudkan Swasembada Pangan, menuju Indonesia Lumbung Dunia,” paparnya. (jar/sit)
















