Kota Malang
Tren Covid-19 Naik, RSSA Malang Siap Naikkan Kapasitas Perawatan

Memontum Kota Malang – Kasus Covid-19 di Kota Malang, beberapa hari terakhir mengalami tren kenaikan. Hal itu dibuktikan, dengan banyaknya pasien yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang.
Kasubag Humas RSSA Malang, Donny Iryan, mengatakan bahwa peningkatan kasus Covid-19, memang terjadi. Namun, hal itu tidak sampai membuat pelayanan di RSSA Malang, menjadi penuh dan stagnan.
“Memang ada peningkatan, seiring juga data di Jatim. Namun, insyaallah ini bukan stagnan. Kita perlu observasi dan melakukan tes swab untuk penapisan. RSSA sendiri, saat ini masih dapat merawat pasien dengan indikasi Covid-19 dan akan melakukan disaster plan yaitu pengerahan SDM dan Ruang perawatan jika memang diperlukan,” jelas Donny, saat dikonfirmasi, Sabtu (19/11/2022) tadi.
Baca juga:
- Pemkab Jember Serahkan 23 Truk dan 25 Pickup untuk Dukung Operasional KDKMP
- Bapenda Kota Malang Pastikan PKB Tak Naik, Realisasi Opsen Sudah Capai 39,3 Persen
- SPPG di Kota Malang Hentikan Sementara Layanan MBG, Koordinator SPPI Sebut Terkendala Pencairan
- Rotasi Jabatan, Bupati Pasuruan Lantik 80 Pejabat Eselon II, III dan IV
- Hari Pertama SPMB Jalur Domisili, Posko Disdukbud Diserbu Wali Murid
Saat ditanya terkait dengan keterisian jumlah bed saat ini, dirinya enggan untuk membeberkan. Sementara, di salah satu media sosial tersebar bahwa keterisian tempat tidur (bed occupancy rate) di RSSA Malang, mengalami peningkatan 48 persen. Merespon hal itu, Dony memastikan, jika kapasitas layanan di RSSA Malang bisa ditingkatkan lebih banyak.
“Masih manageable. Insyaallah tanggal 25 November, kita sudah bisa nambah dua kali lipat kapasitas saat ini. Data sangat dinamis dan ada yang datang dan ada yang pulang dari isolasi,” lanjutnya.
Karena peningkatan ini terjadi, dirinya juga berpesan agar masyarakat tetap disiplin menjaga Protokol Kesehatan (Prokes), yang selama ini sudah dilakukan dan menjadi kebiasaan hidup baru. Selain itu, menurutnya vaksinasi juga harus terus ditingkatkan cakupannya.
“Tetaplah menjaga prokes yang selama ini sudah kita lakukan dan menjadi kebiasaan hidup baru. Vaksin juga harus terus ditingkatkan cakupannya karena itulah ikhtiar yang bisa kita lakukan saat ini,” imbuhnya. (rsy/sit)















