Politik
Gandeng Media di Trenggalek, Bawaslu Gelar Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Pemilu 2024

Memontum Trenggalek – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Trenggalek menggelar sosialisasi pengawasan partisipatif kepada awak media dan Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam). Bertempat di salah satu hotel di Trenggalek, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mensukseskan pelaksanaan dan pengawasan Pemilu yang demokratis dan berkualitas.
Ketua Bawaslu Kabupaten Trenggalek, Ahmad Rukhani, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan ikhtiar bersama. “Perlu saya sampaikan, bahwa kegiatan ini merupakan salah satu ikhtiar Bawaslu Trenggalek, agar kedepannya kita bisa bersama-sama mensukseskan pelaksanaan Pemilu serentak tahun 2024. Diharapkan, pelaksanaan Pemilu nanti bisa lebih berkualitas dan berintegritas,” tegasnya, Kamis (01/12/2022) siang.
Bagaimana pun juga, ujarnya, dalam hal ini peran media sangat penting. Terlebih, media adalah salah satu pilar dalam rangka memperkuat kontrol sosial di masyarakat.
Baca juga:
- Gubernur Jatim Tinjau Gelaran Pasar Murah di Banyuwangi
- Bupati Malang Terima Kunjungan Kapolresta Malang di Monumen dan Museum Tragedi Kanjuruhan di Gate 13
- Anggota Satgas TMMD Kediri Beri Materi Wawasan Kebangsaan untuk Siswa MI Al-Munir
- Gubernur Jatim Salurkan Bantuan Sosial Rp 5,26 Miliar untuk Masyarakat Banyuwangi
- PBB 2026 Kota Malang Resmi Dibuka, Tak Ada Kenaikan dan Pembayaran Kian Praktis
Ditambahkannya, bahwa media bisa diibaratkan senjata yang sangat tajam. Artinya, melalui media ini bisa saja menjadikan pelaksanaan pemilu berjalan sesuai harapan ataupun sebaliknya.
“Kemarin kita ada pengalaman pasca pemilu 2019-2020, bahwa ditemukan adanya penyebaran berita hoax (bohong) dan ujaran kebencian. Makanya harapan kita di pemilu 2024, kejadian-kejadian ini bisa diminimalisir,” terang Rukhani.
Selain itu, tambahnya, peran media dalam memberikan informasi dan edukasi inilah yang dirasa penting agar tidak terjadi kesalahpahaman atau ketidakseimbangan dalam masyarakat. “Dengan peran serta media, mudah-mudahan turut mendorong terlaksananya tugas pokok serta fungsi kita dengan maksimal. Secara dini, juga kami akan tetap lakukan penguatan lembaga, baik melalui kajian dan evaluasi apa yang telah dilakukan selama ini sehingga bisa diproyeksikan langkah perbaikan kedepannya,” jelasnya.
Dirinya menambahkan, pengawasan Pemilu partisipatif sangat dibutuhkan, demi terciptanya pesta demokrasi berintegritas. Karena keterlibatan media sangat potensial sebagai pengawas yang kritis, utamanya di era digital dan media sosial (Medsos).
Melalui pengawasan partisipatif ini, ujarnya, pihaknya mendorong agar media bisa ikut terlibat dalam setiap tahapan pemilu dari awal sampai akhir. “Nantinya kita bersama-sama akan melakukan upaya pencegahan terhadap potensi pelanggaran yang mungkin akan terjadi pada setiap tahapan pemilu,” papar Rukhani.
Dalam kesempatan itu, sejumlah media baik cetak, online, tv maupun radio di Trenggalek, juga membubuhkan tanda tangan sebagai wujud pernyataan ikrar untuk terlibat aktif sebagai pengawas Pemilu partisipatif. (mil/sit)
















