Kota Malang
Stabilkan Pasokan dan Harga Bahan Pokok, Dispangtan Kota Malang Gelar GPM

Memontum Kota Malang – Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang menggelar kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) selama Ramadan 2025. Kegiatan tersebut, dilakukan untuk menstabilkan pasokan dan harga bahan pokok.
Kepala Dispangtan Kota Malang, Slamet Husnan, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut juga sejalan dengan program nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo dan Badan Pangan Nasional (Bapanas). GPM ini, akan digelar sebanyak 20 kali dan disebar di lima kecamatan Kota Malang.
“Setiap kecamatan akan mendapatkan empat kali GPM dan tentunya lokasinya akan berpindah-pindah. Untuk hari ini ada di tiga lokasi, yakni di Kantor Kecamatan Lowokwaru, Kantor Pos Indonesia dan Halaman Kantor Dispangtan Kota Malang,” kata Slamet, Senin (03/03/2025) tadi.
Dalam GPM itu, tersedia 15 item bahan pokok, terutama beras, gula, minyak, tepung, telur, hingga garam. Tentunya, harga yang ditawarkan pun berbeda dengan di pasaran, yakni selisih Rp 1.000 hingga Rp 5.000 ribu.
“Yang jelas, kami menyediakan GPM ini di bawah harga pasar,” tambahnya.
Baca juga :
Namun, stok beberapa komoditas seperti telur cepat habis karena tingginya permintaan pembeli. Padahal, barang yang disediakan mencapai 30 kg.
“Persediaan yang kami bawa hari ini mungkin tidak sebanding dengan kebutuhan masyarakat, karena sulit memprediksi jumlah warga yang akan datang,” katanya.
Sementara itu, salah satu pembeli, Sri Wahyuni, menyambut baik dengan adanya GPM tersebut. Tetapi, dia mengeluhkan selisih penjualan yang ada hanya berbeda Rp 500 hingga Rp 1.000 saja dengan di pasaran. “Seharusnya bisa lebih murah Rp 2.000 hingga Rp 2.500, supaya terasa benar-bebar manfaatnya GPM ini,” ucap Sri.
Dirinya juga mengatakan, bahwa harga bahan pokok di pasaran masih tinggi, terutama telur, tepung dan mentega yang menjadi bahan pokok pembuatan kue kering. “Tadi saya beli tepung hanya 3 kg, karena di rumah masih ada stok. Harga di pasar Rp 11.500 di sini tadi Rp 11.000 kemudian beras kalau di luar Rp 71.500 di sini tadi Rp 71.000, hanya beda Rp 500 saja. Kalau telur di pasaran Rp 27.000 di sini tadi Rp 26.000, tapi stoknya cepat habis,” imbuhnya. (rsy/sit)











