Lumajang
FKP RPJMD dan Musrenbang 2026, Bunda Indah Siap Bawa Lumajang Jadi Daerah Asta Cita Nararya

Memontum Lumajang – Pemerintah Kabupaten Lumajang menggelar kegiatan Forum Konsultasi Publik (FKP) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2025-2030 dan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2026, di Pendopo Arya Wiraraja Kabupaten Lumajang, Kamis (27/03/2025) tadi. Kegiatan yang dibuka Bupati Lumajang, Indah Amperawati dan Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda, Kepala OPD, Camat, Lurah dan berbagai unsur masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Lumajang yang akrab disapa Bunda Indah, menyampaikan tahapan FKP dan Musrenbang merupakan tahapan yang krusial sebagai bagian dari komitmen untuk terus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan. “Saya ingin ke depan, Musrenbang ini menjadi ajang yang sesuai dengan keinginan dan harapan masyarakat. Kita adalah pelayan, karena itu kita harus bisa memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat,” kata Bunda Indah.
Tujuan diselenggarakannya kegiatan tersebut, paparnya, adalah untuk mendapatkan masukan dan saran, serta penyelarasan prioritas dan sasaran pembangunan Kabupaten Lumajang. Tentunya, yang sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat, serta merumuskan dan menyepakati rencana pembangunan daerah.
“Kami mengundang berbagai unsur masyarakat, dengan tujuan agar ada masukan dan saran yang lebih kompleks untuk dapat menyempurnakan perencanaan pembangunan daerah Kabupaten Lumajang,” tambahnya.
Baca juga :
Bunda Indah berharap, melalui serangkaian tahapan itu, maka dapat menjadikan Kabupaten Lumajang menjadi daerah yang amanah, manusiawi dan berkeadilan melalui 8 misi ‘Asta Cita Nararya’ Kabupaten Lumajang. Diantaranya, Lumajang Melayani, meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui pengembangan sistem tata kelola yang inovatif. Lumajang Aman, meningkatkan keamanan dan kondusifitas wilayah melalui penguatan kewaspadaan terhadap ancaman ideologi, politik, ekonomi, sosial dan budaya. Lumajang Membangun, meningkatkan pemerataan akses infratruktur daerah yang berkelanjutan.
Kemudian, Lumajang Eksotik, yaitu meningkatkan perekonomian daerah melalui pengembangan potensi wisata dan hilirisasi industri. Lumajang Peduli, meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan komunitas dan peningkatan akses terhadap kesempatan ekonomi secara inklusif.
Selanjutnya, Lumajang Unggul, yakni meningkatkan kualitas SDM melalui peningkatan akses terhadap pendidikan dan kesehatan, serta pengembangan inovasi teknologi secara inklusif. Lumajang Tangguh, mewujudkan daerah yang tangguh bencana melalui penguatan infrastruktur, peningkatan kapasitas SDM dan kualitas lingkungan hidup.
“Terakhir, Lumajang Lumbung Pangan, yaitu meningkatkan produktivitas pertanian dan perikanan melalui optimalisasi pengelolaan dan pengendalian alih fungsi lahan,” ujarnya. (kom/adi/gie)
















