Kabar Desa

Gowes dan Usia Senja, Eyang Mujiono Aktif Gowes Lintas Provinsi

Diterbitkan

-

GOWES: Pesepeda asal Banjarnegara, Eyang Mujiono. (memontum.com/rsy)

Memontum Kota Malang – Usia senja bukan halangan untuk tidak beraktivitas olah raga. Kata-kata itulah yang pas disematkan kepada Mujiono, seorang pesepeda asal Banjarnegara, Jawa Tengah. Di usianya yang sudah 77 tahun, Eyang Mujiono-begitu sapaannya, tidak hanya bugar, tapi juga aktif menjelajah berbagai daerah di Indonesia dengan sepedanya.

Ditemui seusai mengikuti salah satu kegiatan gowes di Kota Malang, Eyang Mujiono tampak lincah dan penuh semangat. Dirinya mengaku, telah menjadikan bersepeda sebagai bagian dari gaya hidup sehat dan sarana bersilaturahmi.

“Mulai tahun 1994, saya punya sepeda. Tapi baru mulai rutin, itu sekitar tahun 2012. Saya suka olah raga apa saja. Mulai jalan kaki, lari, tapi paling sering sepeda. Sejak tinggal di Dieng tahun 2016, saya mulai keracunan sepeda lipat sampai sekarang,” ungkap Eyang Mujiono, Sabtu (21/06/2025) tadi.

Berbekal sepeda federal hingga sepeda lipat kesayangannya, Eyang Mujiono telah mengayuh pedal menyusuri rute-rute panjang. Dari mulai Sumatera, Bali, Lombok, hingga pelosok Jawa Timur. Salah satu pengalaman yang paling membekas, baginya adalah saat bersepeda ke Lombok.

Advertisement

Baca juga :

“Di Lombok itu curugnya bagus, jalurnya juga menyenangkan. Tapi yang paling penting dari gowes itu bukan cuma soal tujuan, tapi prosesnya dan kebersamaannya,” ucapnya.

Meski pernah mengalami insiden hingga jatuh pingsan, hal itu tak menyurutkan semangatnya. Bahkan, dirinya memiliki filosofi sendiri soal pentingnya aktivitas fisik di usia lanjut.

“Saya selalu tekankan, jangan berhenti bergerak. Mau sepeda, mau jalan kaki, lari, nyangkul pun tak apa, yang penting badan bergerak. Karena dengan bergerak, kita seperti punya dua jantung satu di dada, satu lagi di kaki. Gerakan kaki itu bantu memompa darah ke seluruh tubuh,” tuturnya.

Sebelum aktif sebagai pesepeda, Eyang Mujiono pernah bekerja di dunia penerbangan selama 32 tahun sejak 1972. Dia turut merawat pesawat dan menjalani profesinya dengan dedikasi tinggi hingga akhirnya berhenti karena alasan pribadi. Kini di usia 77 tahun, tak hanya menikmati masa pensiun, tetapi justru menjadi inspirasi bagi generasi muda agar tetap aktif menjaga kebugaran badan.

Advertisement

“Pokoknya, gowes itu bukan sekadar gowes. Ini tentang menjaga hidup tetap bergerak dan berarti,” imbuhnya. (rsy/sit)

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas