Kabar Desa
Antisipasi Lonjakan Pendaki, Perum Perhutani KPH Malang Tinjau Basecamp Omah Tepoes

Memontum Malang – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Malang melaksanakan peninjauan lokasi di Basecamp Pendakian Omah Tepoes berlokasi di Dusun Tepus, Desa Ngantru, Kecamatan Ngantang, Selasa (29/07/2025) tadi. Peninjauan lokasi itu dilakukan, dalam rangka persiapan atau antisipasi lonjakan pendaki dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Indonesia.
Turut hadir dalam peninjauan itu, Administratur/KKPH Malang, Kelik Djatmiko, didampingi Kepala Seksi Madya Produksi dan Ekowisata, Warno Setyobudi, Asper/KBKPH Ngantang, Pramudianto, Chief Executive Officer (CEO) Tiket Pendakian, Hario Laskito Ardi beserta jajaran.
Sekedar diketahui, Omah Tepoes merupakan basecamp pendakian menuju Gunung Kelud, Gunung Puncak Kawinajang dan Gunung Selokurung. Dalam hal pengelolaan Omah Tepoes, pihak tiket pendakian bersama Perum Perhutani dan PT Banuraya Mitsuhita Sejahtera, telah melakukan kerja sama dalam hal pengelolaan sistem pendakian yang reliable, real time dan aplikatif.
Sementara mengenai daya tarik yang ditawarkan dari masing-masing pegunungan, memiliki ciri khas berbeda. Pendakian Gunung Kelud via Ngantang, mempunyai daya tarik berupa puncak sejati dan kawah Gunung Kelud. Pendakian Gunung Kawinajang, mempunyai daya tarik berupa kawah purba serta medan pendakian yang menantang. Kemudian pendakian Gunung Selokurung, mempunyai daya tarik yaitu pemandangan waduk diatas gunung serta view sunrise dan sunset yang menawan.
Dalam hal tinjauan kesiapan sistem pendakian tersebut, KKPH Malang Kelik Djatmiko beserta jajaran melakukan pengecekan terhadap regulasi yang ada di pendakian yang dikelola operator tiket pendakian. Yakni, dengan mencoba sebagai pendaki yang datang di Omah Tepoes.
“Pengecekan ini harus dilakukan mulai dari proses registrasi pendaki, melalui aplikasi tiket pendakian, pengecekan logistik pendaki, pengecekan kesehatan pendaki, proses check in pendaki, proses briefing pendaki sekaligus proses check out pendaki,” ujarnya.
Baca juga :
Kelik menegaskan, keamanan pendakian harus diperhatikan. “Keamanan pendakian merupakan faktor penting. Mengingat, wisata pendakian merupakan wisata minat khusus yang memerlukan pengelolaan secara profesional. Kami juga mencoba bagaimana langkah-langkah yang diberikan oleh operator ketika pendaki itu datang ke Omah Tepoes ini,” ujar Kelik.
Ditambahkannya, bahwa kesiapan terkait sarana dan prasarana yang ada di Omah Tepoes, juga harus dikawal mulai dari lokasi istirahat pendaki, lokasi breafing pendaki, lokasi loket, lokasi musala dan toilet. “Hal ini merupakan bentuk pelayanan kita sebagai operator kepada para pendaki yang datang,” tambahnya.
Langkah Administratur KPH Malang merupakan langkah konkrit dalam bentuk kolaborasi dan sinergi Perhutani dengan mitra, untuk memberikan pelayanan aman dan nyaman dalam hal wisata di Perhutani khususnya wilayah Malang.
Sementara itu, CEO Tiket Pendakian, Hario Laskito Ardi, mengatakan bahwa langkah yang dilakukan Administratur KPH Malang, merupakan suatu bentuk nyata untuk mengelola pendakian yang lebih aman dan nyaman. Pihaknya sebagai operator, mengucapkan terima kasih kepada Administratur KPH Malang yang telah membimbing, membina dan memfasilitasi tiket pendakian untuk mengelola pendakian yang aman dan nyaman di tiga gunung pendakian yang dikelola selama ini.
“Kesiapan kami menyambut lonjakan pendaki telah siap 100 persen. Memberikan pelayanan terbaik untuk para pendaki yang akan datang,” ujar Hario.
Dengan adanya pengecekan kesiapan lonjakan pendaki ini diharapkan mampu membangun sinergi dan kolaborasi yang nyata antara Perum Perhutani KPH Malang bersama mitra untuk menjamin kenyamanan dan keamanan pendaki yang akan datang di Omah Tepoes. (hms/kph/gie)










