Kota Malang

Event Berkuda Bakal Masuk Kalender Tahunan Disporapar Kota Malang Mulai Tahun 2026

Diterbitkan

-

EVENT: Kejuaraan berkuda di Kota Malang yang akan menjadi kalender tahunan. (memontum.com/rsy)

Memontum Kota Malang – Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang memastikan event berkuda akan dimasukkan dalam kalender tahunan mulai tahun depan, 2026. Kepastian itu, disampaikan Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi, usai menyaksikan kejuaraan berkuda yang ketiga kalinya digelar di Kota Malang, Kamis (11/09/2025) tadi.

Pria yang akrab disapa Baihaqi, itu menyampaikan bahwa keberlanjutan event tersebut menjadi bukti konsistensi penyelenggara dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah. “Event-event yang berkelanjutan dan setiap tahun diadakan akan berdampak semakin dikenal masyarakat, baik skala regional maupun nasional. Dampaknya luar biasa, tidak hanya untuk olahraga berkuda, tapi juga pertumbuhan ekonomi di Kota Malang,” ucap Baihaqi.

Menurutnya, olah raga berkuda di Kota Malang terus menunjukkan perkembangan positif. Hal itu terbukti dari capaian prestasi Cabang Olahraga (Cabor) berkuda yang berhasil meraih hasil terbaik dalam Porprov IX Jawa Timur.

“Cabor ini adalah salah satu cabor unggulan di Kota Malang. Maka, kejuaraan berkuda ini akan kami masukkan sebagai kalender event tetap mulai tahun depan,” tambahnya.

Advertisement

Baca juga :

Baihaqi juga membuka peluang agar event berkuda ke depan dapat naik kelas ke level lebih tinggi. Hal itu dinilai dari sisi profesionalitas penyelenggaraan, venue, serta konsistensi pelaksanaan yang sudah dikenal di tingkat nasional.

“Ini sudah dinilai oleh tingkat nasional, sudah dikenal di puncak Joyogrand, ada venue untuk equestrian berkuda yang ada di Kota Malang,” katanya.

Lebih lanjut saat disinggung mengenai pembangunan arena pacuan khusus milik Pemkot Malang, Baihaqi mengakui masih belum ada rencana. Karena menurutnya, butuh lahan yang luas serta biaya pembangunan yang tinggi masih menjadi kendala.

“Kalau kemungkinan bisa saja, karena lahan di Kota Malang masih ada. Tapi untuk pacuan butuh lahan beberapa hektar dan biaya besar, sehingga kami belum mengarah ke situ,” imbuh Baihaqi. (rsy/sit)

Advertisement

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas