Kota Malang

Rencana Relokasi Pasar Besar Malang Tertunda, Anggaran Digeser ke Alokasi Lain

Diterbitkan

-

Wakil Ketua II DPRD Kota Malang, Trio Agus Purwono. (memontum.com/rsy)

Memontum Kota Malang – Rencana relokasi Pasar Besar Malang (PBM) yang sebelumnya masuk dalam Kebijakan Umum Anggaran – Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS), kini dihapus. Anggaran yang semula disiapkan untuk relokasi pedagang itu, kini digeser ke sejumlah kebutuhan lain.

Wakil Ketua II DPRD Kota Malang, Trio Agus Purwono, menjelaskan bahwa penghapusan relokasi itu tidak lepas dari kondisi di lapangan. Sebab, sebagian pedagang menolak rencana pembongkaran total bangunan PBM.

“Itu merupakan salah satu syarat ketika Pemkot Malang mengajukan bantuan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk revitalisasi PBM. Awalnya, di KUA-PPAS masih dianggarkan dengan harapan ada peluang. Ternyata, tidak ada. Sehingga otomatis kami geser, sebagian digunakan untuk kebutuhan Diskopindag, seperti rehab pasar lain dan kegiatan UMKM. Sisanya masuk kas daerah untuk prioritas OPD lain,” jelas Trio, Sabtu (13/09/2025) tadi.

Baca juga :

Advertisement

Kemudian, ditambahkannya bahwa sebelumnya anggaran yang diajukan mencapai Rp 7,4 miliar. Itu digunakan untuk relokasi pedagang, agar pasar bisa direhab berat atau dibangun ulang. Namun, rencana tersebut tersendat lantaran tidak adanya kesepakatan penuh di kalangan pedagang.

“Memang yang diajukan ke pusat itu bongkar total. Tapi karena tidak ada kekompakan pedagang, pihak pusat jadi ragu. Itu PR kita. Kalau terus begini, sulit mendapatkan persetujuan pusat, karena mereka butuh jaminan,” katanya.

Meski relokasi dihapus dari APBD 2025, Trio menegaskan komitmen untuk melakukan rehab PBM tetap ada. Hanya saja, keterbatasan anggaran membuat APBD tahun ini baru bisa mengakomodasi perbaikan ringan.

“Komitmen untuk rehab berat atau membangun tetap kita dorong. Nanti akan kita anggarkan lagi di 2026, dengan meminta kejelasan dari semua pihak,” imbuh Trio. (rsy/sit)

Advertisement

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas