Kota Malang
Siapkan Status Darurat Bencana, BPBD Kota Malang Matangkan Peta Kerawanan

Memontum Kota Malang – Mengantisipasi meningkatnya intensitas hujan dan potensi bencana yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir, Pemerintah Kota Malang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyiapkan langkah penetapan status kebencanaan. Hal itu, dikatakan Kepala BPBD Kota Malang, Prayitno.
Pria yang akrab disapa Prayitno, itu mengatakan bahwa untuk penetapan status tersebut dibutuhkan Surat Keputusan (SK) Wali Kota. Untuk saat ini, draft SK itu telah disusun dan kini dalam proses finalisasi di Bagian Hukum Pemkot Malang.
“Kami sudah membuat SK status penetapan bencana. Saat ini, ada beberapa koreksi naskah dan nomenklatur hukum yang sedang disempurnakan,” ujar Prayitno, Senin (08/12/2025) tadi.
Meski SK belum resmi terbit, koordinasi lintas wilayah sudah berjalan. BPBD telah menginstruksikan camat dan lurah untuk mendirikan pos lapangan, sebagai upaya mempercepat respons ketika kejadian bencana terjadi di wilayah masing-masing. Sementara pos komando utama, tetap berada di Kantor BPBD Kota Malang.
“Namun, kami juga tetap memberikan imbauan kewaspadaan sejak awal musim hujan, penting memantau prakiraan cuaca BMKG Juanda. Jika kondisi langit mulai gelap atau potensi hujan deras tinggi, sebaiknya warga menghindari aktivitas luar ruangan. Amankan properti pribadi seperti motor, surat berharga, hingga perangkat elektronik,” jelasnya.
Baca juga :
Di wilayah rawan banjir maupun longsor, Prayitno menegaskan perlunya mitigasi struktural, khususnya fungsi drainase. Banyaknya bangunan yang berada di atas saluran air, serta menyempitnya saluran yang seharusnya tiga meter menjadi hanya sekitar 1,7 meter, membuat aliran air terhambat.
“Air itu mencari jalannya sendiri. Ketika jalur yang seharusnya tersumbat atau menyempit, maka banjir tidak dapat dihindari,” tambahnya.
Menurutnya, saat ini intensitas hujan di Kota Malang meningkat hingga 40 persen dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kondisi itu tentu menyebabkan genangan yang tadinya setinggi mata kaki kini bisa mencapai lutut hingga pinggang orang dewasa.
“Perubahan cuaca tidak hanya berdampak di Kota Malang. Hampir seluruh wilayah Jawa Timur melaporkan banjir,” ucapnya.
Sebagai bentuk kesiapsiagaan jangka panjang, BPBD juga tengah menyusun peta kebencanaan terbaru. Dalam peta tersebut, warga yang tinggal di kawasan rawan akan dicatat namanya lengkap dengan alamat. Dokumen tersebut menjadi pedoman mitigasi bagi RT, RW, lurah dan camat.
“Nanti pejabat kewilayahan sudah punya peta rawan bencana untuk merancang alur evakuasi, titik kumpul, mitigasi sosial dan mitigasi struktural,” imbuh Prayitno. (rsy/sit)











