Kota Malang
Hadapi Cuaca Ekstrem, BPBD Kota Malang Siapkan Langkah Antisipasi dan Penanganan

Memontum Kota Malang – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang menyiapkan tujuh langkah antisipasi untuk menghadapi ancaman potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan berlangsung hingga Rabu (05/02/2025). Beberapa potensi cuaca ekstrem yang dimaksud, seperti tanah longsor, banjir hingga angin kencang.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Malang, Prayitno, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiagakan Tim Reaksi Cepat (TRC) lintas organisasi perangkat daerah (OPD). Kemudian, juga membentuk kecamatan tangguh dan melakukan koordinasi dengan pemerintah di kawasan Malang Raya.
“Terdapat potensi hujan berintensitas sedang hingga deras yang disertai petir dan angin kencang dalam beberapa hari ke depan. Kami sudah menyiapkan langkah antisipasi untuk kondisi tersebut,” ujar Prayitno, Sabtu (01/02/2025) tadi.
Dalam penyebaran informasi terkait wilayah rawan bencana, BPBD Kota Malang masih mengandalkan peran kelurahan tangguh. Selain itu, pos siaga bencana juga telah dibentuk di lima kecamatan Kota Malang.
Baca juga :
“Kami juga melakukan pengecekan sistem peringatan dini bencana atau melalui early warning system (EWS). Untuk saat ini di Kota Malang terdapat 24 unit EWS yang terpasang, 23 unit diantaranta untuk banjir dan satu unit untuk tanah longsor,” katanya.
Sebagai bagian dari upaya mitigasi, BPBD Kota Malang telah memindahkan satu EWS banjir dari Kelurahan Sawojajar ke Gang Mirej, Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang. Pemindahan ini dilakukan karena Sungai Amprong di wilayah tersebut sering meluap saat hujan deras, bahkan sempat merendam sekitar 170 rumah warga.
Dalam hal ini, Prayitno juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca buruk dan selalu memperhatikan informasi prakiraan cuaca sebagai langkah antisipasi.
“Kami mengajak seluruh warga untuk tetap siaga dan melaporkan kondisi darurat secepat mungkin agar bisa ditangani dengan baik,” imbuh Prayitno. (rsy/sit)












