Kota Malang

Revitalisasi Rampung, DLH Kota Malang Urai Wajah Baru Tampilan Alun-Alun Merdeka

Diterbitkan

-

CEK: Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran, saat mengunjungi Alun-Alun Merdeka Kota Malang di bagian sisi air mancur. (memontum.com/rsy)

Memontum Kota Malang – Menjelang pelaksanaan peresmian yang dijadwalkan pada akhir Januari 2026, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang memastikan jika wajah baru Alun-Alun Merdeka Kota Malang akan tampil berbeda dibandingkan sebelumnya. Hal itu disampaikan, karena pelaksanaan revitalisasi dilakukan dengan menitikberatkan pada aspek kenyamanan, keamanan dan ramah anak.

Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran, mengatakan bahwa perbedaan dengan sebelumnya yaitu pada sisi area playground atau tempat bermain anak. Kemudian, juga pada kondisi air mancur.

“Yang pertama membedakan adalah playground. Kondisi Alun-Alun Merdeka selama ini sekitar 80 persen pengunjungnya adalah anak-anak, yang datang bersama orang tuanya. Sekarang sudah diperbaiki dan ada yang diperbarui hingga pengecatan ulang,” kata Raymond, Rabu (21/01/2026) tadi.

Ditambahkannya, bahwa sekitar 80 persen permainan sudah diganti yang baru. Termasuk, untuk lantainya dibuat lebih aman dan nyaman bagi anak-anak. Selain itu, seluruh material cat yang digunakan pada permainan anak juga telah disesuaikan dengan standar keamanan.

Advertisement

“Cat yang digunakan sudah melalui kajian dan aman untuk anak-anak,” tambahnya.

Sementara itu, ujarnya, pada fasilitas air mancur sebelumnya berbentuk kolam, kini dilengkapi air mancur dengan konsep taman atau dry fountain. Sehingga, memungkinkan anak-anak bisa bermain langsung di area tersebut.

“Air mancur sekarang berbentuk dry fountain, jadi anak-anak bisa bermain atau berlari-lari. Dari sisi keamanan juga sudah dibuat safety agar tetap aman,” ucapnya.

Baca juga :

Advertisement

Lebih lanjut DLH Kota Malang juga mengurai, kalau pihaknya akan memperketat pengaturan kebersihan dan kenyamanan kawasan Alun-Alun Merdeka. Masyarakat diimbau untuk menjaga kebersihan serta mematuhi aturan, termasuk larangan merokok di area utama alun-alun.

“Kami berharap pengunjung menjaga keamanan dan kebersihan. Untuk yang merokok, nanti disediakan area khusus yang jauh dari plaza utama, karena ini ruang publik yang juga digunakan anak-anak,” lanjutnya.

Sementara itu, kontraktor proyek revitalisasi, Yosep Dwi Prasetya Adi, menjelaskan bila konsep air mancur dirancang sebagai ruang terbuka yang bisa dinikmati semua kalangan. “Air mancur dry fountain ini dilengkapi lampu warna-warni, sehingga terlihat indah saat sore dan malam hari,” ujar Yosep.

Terkait operasional, Yosep menyebut pengelolaan sepenuhnya diserahkan kepada DLH Kota Malang. Pengaturan tekanan air akan disesuaikan dengan kondisi pengunjung, terutama saat banyak anak-anak bermain.

Advertisement

“Tekanan air bisa diatur. Saat banyak anak-anak, tekanannya tidak terlalu kencang. Awalnya disetel manual, ke depan bisa diatur secara periodik,” tambahnya.

Untuk mendukung kenyamanan pengunjung, Alun-Alun Merdeka juga telah dilengkapi fasilitas kamar mandi dan shower. Sehingga anak-anak dapat membilas badan setelah bermain air mancur.

“Orang tua tidak perlu khawatir, karena fasilitas pendukungnya sudah disiapkan,” imbuh Yosep. (rsy/sit)

Advertisement

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas