Kota Malang
Cuaca Ekstrem Serang Wilayah Kota Malang, Pohon Tumbang Dilaporkan Terjadi di Lima Titik

Memontum Kota Malang – Cuaca ekstrem yang melanda Kota Malang dan Malang Raya hingga akhir Januari 2026, mendapat perhatian serius dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang. Kondisi cuaca yang tidak menentu, atau ditandai dengan angin kencang disertai hujan atau reda, dinilai tetap berpotensi membahayakan keselamatan warga.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Malang, Prayitno, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat hendak beraktivitas di luar rumah. Dirinya meminta, agar warga rutin memantau informasi prakiraan cuaca yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
“Kami harapkan masyarakat selalu melihat rilis BMKG sebelum beraktivitas. Kalau memang tidak ada keperluan mendesak, sebaiknya menunda keluar rumah,” ujar Prayitno, Sabtu (24/01/2026) tadi.
Selain itu, Prayitno juga mengingatkan masyarakat untuk melakukan mitigasi mandiri di lingkungan masing-masing. Beberapa potensi bahaya yang perlu diantisipasi antara lain pohon rawan tumbang, baliho, hingga atap seng yang mudah terlepas saat diterpa angin kencang.
Baca juga :
“Imbauan ini kami berikan, juga menyusul terjadinya lima kasus pohon tumbang di sejumlah titik di Kota Malang akibat angin kencang pada hari ini, Sabtu (24/01/2026). Yakni di Jalan Jakarta–Simpang Ijen, Jalan Langsep, Janti, Jalan Sumbersari dan Karangbesuki,” tambahnya.
Dari lima lokasi tersebut, Jalan Simpang Ijen menjadi titik paling signifikan. Sebuah pohon dengan diameter sekitar 30 sentimeter tumbang dan menimpa kabel serta pagar rumah warga hingga menutup akses jalan.
“Ada lima lokasi terdampak. Yang paling signifikan di Jalan Simpang Ijen karena pohon menimpa kabel dan pagar warga sampai menutup jalan,” katanya.
Prayitno memastikan, BPBD telah menyiagakan personel dan relawan guna mengantisipasi potensi dampak lanjutan dari cuaca ekstrem. Koordinasi juga dilakukan dengan seluruh camat di Kota Malang.
“Kami sudah berkoordinasi agar kelurahan tangguh dan relawan siaga di wilayah masing-masing. Sistemnya standby on call, jadi bisa langsung bergerak jika ada kejadian,” imbuh Prayitno. (rsy/sit)











