Kota Malang

17 Kasus Campak Ditemukan, Dinkes Kota Malang Gelar ORI untuk 32 Ribu Anak

Diterbitkan

-

IMUNISASI: Salah satu pelaksanaan imunisasi di Kelurahan Kotalama, Kota Malang, beberapa waktu lalu. (ist)

Memontum Kota Malang – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang menggelar imunisasi Outbreak Response Immunization (ORI) campak setelah ditemukan 17 kasus campak sepanjang tahun 2025 yang dilaporkan pada awal 2026. Langkah itu dilakukan, sebagai upaya memutus rantai penularan dan mencegah meluasnya kasus di wilayah Kota Malang.

Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, mengatakan bahwa dari sekitar 300 kasus suspect campak yang ditemukan di lima kecamatan, hasil pemeriksaan laboratorium mengonfirmasi 17 kasus positif. Itu tersebar di Kecamatan Kedungkandang, Sukun dan Lowokwaru.

“Kasus terkonfirmasi ini hasil pemeriksaan sampel darah. Dari data 2025, ditemukan 10 kasus di Kedungkandang, 3 kasus di Sukun dan 4 kasus di Lowokwaru,” ujar Husnul, saat dihubungi melalui sambungan seluler, Selasa (03/02/2026) tadi.

Dikatakannya, bahwa usia anak yang terpapar campak tersebut bervariasi, mulai dari usia satu tahun hingga usia sekolah dasar. Namun, kasus paling dominan ditemukan pada anak usia 5 hingga 11 tahun.

Advertisement

“Memang ada beberapa anak yang belum mendapatkan imunisasi rutin lengkap. Rentang usia 5 sampai 11 tahun menjadi kelompok yang paling banyak terkonfirmasi,” katanya.

Baca juga :

Sehingga, berdasarkan rekomendasi Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, wilayah dengan temuan kasus campak ditetapkan sebagai sasaran pelaksanaan ORI. Imunisasi dilakukan secara massal pada anak usia 9 bulan hingga 13 tahun, tanpa melihat status imunisasi sebelumnya.

“Sasaran ORI di Kota Malang sekitar 32 ribu anak, tersebar di Kecamatan Kedungkandang dan Kecamatan Sukun,” ucapnya.

Advertisement

Pelaksanaan ORI dijadwalkan berlangsung mulai 2 hingga 6 Februari 2026, dengan melibatkan puskesmas, sekolah, serta lintas sektor terkait. Dinkes Kota Malang berharap imunisasi ini mampu menekan risiko penularan dan memberikan perlindungan maksimal bagi anak-anak.

Sebagai informasi, untuk gejala awal campak umumnya ditandai dengan demam, disusul ruam berupa bintik-bintik merah yang muncul dari belakang telinga, kemudian menyebar ke wajah dan bagian tubuh lain, terutama dada dan punggung. Pada kondisi yang lebih berat, campak dapat disertai gangguan saluran pernapasan, seperti sakit tenggorokan, batuk, serta mata memerah.

“Nah, itu gejala-gejala campak. Sehingga perlu diwaspadai dan dilakukan imunisasi pada usia-usia dasar di usia sembilan bulan,” imbuh Husnul. (rsy/sit)

Advertisement
Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas