Kota Malang
DPRD Kota Malang Tekankan Penanganan Serius untuk Kasus Campak

Memontum Kota Malang – Kasus campak yang terjadi di Kota Malang menjadi perhatian serius dari DPRD Kota Malang. Itu karena, kesehatan harus menjadi prioritas utama dalam pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), atau sejalan dengan visi besar Kota Malang di bidang pendidikan dan kesehatan.
Anggota Komisi D DPRD Kota Malang, Ginanjar Yoni Wardoyo, menyebut pihaknya menerima laporan adanya temuan kasus campak, khususnya di Kecamatan Sukun, yang mayoritas menyerang anak-anak usia sekolah dasar. Meski jumlahnya belum masuk kategori Kondisi Luar Biasa (KLB), potensi penularan dinilai cukup tinggi.
“Ini sebenarnya beberapa waktu yang lalu juga sudah masuk ke kami. Tetapi sampai sekarang masih ada kasus yang ditemukan. Kami meminta Dinas Kesehatan untuk melakukan langlah penanganan secara serius, agar tidak menjadikan Kondisi Luar Biasa maka harus dilakukan lokalisir terkait kasus temuan ini. Jangan sampai ini kemudian merambat ke berbagai wilayah lain,” jelas Ginanjar, Selasa (03/02/2026) tadi.
Untuk pelokasian kasus, Ginanjar mendorong agar melibatkan Puskesmas dan kader Posyandu secara aktif turun ke lapangan. Selain itu, juga ditekankan pentingnya mitigasi jangka panjang, melalui edukasi hidup bersih dan sehat, perbaikan sanitasi, serta penguatan imunisasi dan vaksinasi.
Baca juga :
“Peran Posyandu dan institusi pendidikan sangat krusial untuk menyadarkan orang tua yang masih menolak imunisasi. Jadi peran guru juga harus andil dalam penyadaran ini, karena ini menjadi gerakan bersama,” tambahnya.
Dalam hal ini, DPRD juga menyoroti perlunya evaluasi menyeluruh terhadap pola sosialisasi Dinkes, termasuk pengukuran capaian edukasi masyarakat. Jika upaya penanganan dinilai tidak optimal atau kasus terus bertambah, DPRD siap memanggil Dinkes untuk melakukan rapat koordinasi.
“Kalau memang kami rasa dalam satu minggu ke depan tidak ada upaya serius ataupun penambahan jumlah campak, maka itu sudah menjadi konsentrasi kami untuk melakukan rapat koordinasi,” ucapnya.
Di akhir, Ginanjar menegaskan, bahwa dukungan anggaran kesehatan di Kota Malang sangat besar, hampir setara dengan sektor pendidikan. Karena itu, DPRD berharap anggaran tersebut benar-benar berdampak nyata dalam melindungi kesehatan masyarakat dan mencegah meluasnya kasus campak.
“Kami mengalokasikan hampir sama dengan Disdikbud, kurang lebih hampir Rp 500 miliar untuk kesehatan. Mulai dari jaminan kesehatan, anggaran puskesmas, operasional dan sebagainya,” imbuh Ginanjar. (rsy/sit)











