Kota Malang
Pasokan Masih Bergantung dari Luar Daerah, Harga Telur di Kota Malang Alami Kenaikan Jelang Lebaran

Memontum Kota Malang – Harga telur ayam di Kota Malang mulai merangkak naik menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026. Dalam beberapa hari terakhir, harga telur broiler di pasaran tercatat berada di kisaran Rp 29 ribu perkilogram, naik dibanding sebelumnya yang masih berada di angka Rp 26 ribu hingga Rp 27 ribu.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, Slamet Husnan, mengatakan bahwa produksi telur dari peternak masih terbatas. Di Kota Malang sendiri hanya ada sekitar sembilan kandang peternak ayam petelur di Kawasan Wonokoyo, dengan kapasitas yang bervariasi.
“Harga telur broiler saat ini Rp 29 ribu, kalau telur ayam kampung Rp 60 ribu. Kalau di masing-masing kandang petelur itu berisi antara 2.500 hingga 9.000 ekor ayam,” ucap Slamet, Jumat (06/03/2026) tadi.
Dengan kapasitas tersebut, produksi telur dari peternak lokal masih belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Malang. Akibatnya, pasokan telur di pasar masih bergantung pada distribusi dari daerah lain.
Baca juga :
“Produksi yang ada di Kota Malang belum mencukupi, sehingga telur juga masuk dari daerah lain,” tambahnya.
Sementara itu, untuk peternakan ayam pedaging di Kota Malang juga tergolong terbatas. Slamet menyebut hanya terdapat sekitar lima lokasi peternakan ayam pedaging dengan populasi rata-rata antara 3 ribu hingga 6 ribu ekor.
Di sisi lain, pedagang telur di pasar turut merasakan kenaikan harga dalam beberapa hari terakhir. Salah satu penjual telur, Ratnasari, mengatakan harga telur mulai naik sejak tiga hari terakhir.
“Sekarang Rp 29 ribu. Sebelumnya masih Rp 26 ribu sampai Rp 27 ribu. Kalau mau Lebaran biasanya memang naik,” imbuh Ratna. (rsy/sit)











