Kabupaten Malang

Perkuat Komitmen Tingkatkan Kesehatan Perempuan, Pemkab Malang Percepat Deteksi Dini Kanker Serviks

Diterbitkan

-

ADVOKASI: Wabup Malang bersama kepala dinas kesehatan di sela pelaksanaan advokasi. (pemkab for memontum)

Memontum Malang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya kesehatan perempuan di Kabupaten Malang. Salah satu yang dilakukan, yakni melalui percepatan deteksi dini kanker leher rahim (kanker serviks).

Hal tersebut, terlihat saat Wakil Bupati (Wabup) Malang, Hj Lathifah Shohib, didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg Wiyanto Wijoyo, hadir dalam kegiatan Advokasi Perluasan Implementasi Deteksi Dini Kanker Leher Rahim yang digelar di Ruang Rapat Panji Pulang Jiwo, Kantor Bupati Malang, Kamis (09/04/2026) tadi. Pelaksanaan kegiatan itu, merupakan bagian dari agenda strategis Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan RI, dalam rangka mendukung target eliminasi kanker serviks tahun 2026.

Wabup Lathifah menyampaikan, bahwa kanker leher rahim merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi perhatian serius secara global. Penyakit ini, menempati urutan ke empat sebagai penyebab kematian tertinggi pada perempuan di dunia, dengan 604.127 kasus baru dan 341.831 kematian setiap tahunnya.

“Dalam upaya pengendalian kanker leher rahim, diperlukan langkah-langkah strategis yang meliputi promosi dan edukasi, pemberdayaan masyarakat, deteksi dini pada perempuan usia 30 hingga 69 tahun, tatalaksana pengobatan yang tepat, serta rehabilitasi. Fokus utama pengendalian, adalah penemuan kasus sedini mungkin pada kelompok berisiko guna mencegah kasus ditemukan pada stadium lanjut yang penanganannya lebih kompleks,” kata Wabup Lathifah.

Advertisement

Baca juga :

Ditambahkannya, bahwa Kabupaten Malang dengan jumlah penduduk lebih dari 2,7 juta jiwa, memiliki sasaran skrining deteksi dini kanker leher rahim pada perempuan usia 30 hingga 69 tahun sebanyak 726.610 orang. Dengan target cakupan, sebesar 70 persen dalam kurun waktu 3 tahun. Namun demikian, capaian skrining pada periode sebelumnya dari total sasaran 720.403 orang, baru mencapai 41.139 orang atau sekitar 5,71 persen.

Melalui kegiatan ini, tambahnya, Pemerintah Kabupaten Malang berharap dapat mendorong peningkatan kesadaran masyarakat, khususnya perempuan, untuk melakukan deteksi dini secara rutin. Selain itu, diharapkan tercapai target cakupan skrining secara bertahap dan berkelanjutan, terbangunnya sistem pelayanan kesehatan yang responsif, mudah diakses dan berkualitas, serta terwujudnya kolaborasi yang kuat antar pemangku kepentingan.

Dengan langkah tersebut, diharapkan angka kesakitan dan kematian akibat kanker leher rahim di Kabupaten Malang dapat ditekan secara signifikan. “Saya berharap kegiatan ini mampu menghasilkan komitmen nyata, langkah strategis, serta rencana tindak lanjut yang dapat segera diimplementasikan demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Malang,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg Wiyanto Wijoyo, mengatakan bahwa dalam kegiatan ini diperkenalkan metode inovatif self-sampling, yaitu teknik pengambilan sampel secara mandiri oleh perempuan untuk deteksi dini kanker leher rahim. Metode ini dinilai lebih praktis, nyaman dan tetap memiliki tingkat akurasi yang tinggi, sehingga diharapkan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam skrining.

Advertisement

“Kami mendukung penuh terhadap implementasi program ini. Dengan kemudahan akses deteksi dini, diharapkan penanganan kanker leher rahim dapat dilakukan lebih cepat dan tepat, sehingga mampu menekan angka kesakitan maupun kematian akibat penyakit tersebut,” ujarnya. (pro/gie)

Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas