Kota Malang

Kasus Kanker Serviks dan Payudara Masih Tinggi, Dinkes Kota Malang Imbau Lakukan Deteksi Dini

Diterbitkan

-

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas kesehatan Kota Malang, Meifta Eti Winindar. (memontum.com/rsy)

Memontum Kota Malang – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mencatat bahwa angka kasus kanker serviks dan payudara masih tinggi. Karena itu, masyarakat diimbau untuk melakukan deteksi dini. Apalagi, di seluruh Puskesmas yang ada di Kota Malang telah mempunyai fasilitas untuk pemeriksaan penyakit tersebut.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas kesehatan Kota Malang, Meifta Eti Winindar, menyampaikan bahwa dari 300 orang yang telah menjalankan deteksi dini penyakit, 12 persen diantaranya berpotensi terkena kanker serviks dan payudara. “Angka tersebut sangat besar, karena seharusnya tidak boleh lebih dari 10 persen. Kami berharap masyarakat menjadi stadium lanjut, untuk bisa mendeteksi. Kalau masih stadium awal, kita masih bisa memberikan pelayanan. Konsepnya sedini mungkin bisa dikenali, secepatnya kita bisa memberikan penanganan yang tidak terlambat,” kata Meifta, Rabu (05/02/2025) tadi.

Untuk mencegah terjadi kanker serviks, Dinkes Kota Malang juga menyediakan imunisasi Human Papillomavirus (HPV) gratis bagi anak sekolah. Program tersebut menyasar siswi Kelas 5 dan 6 SD serta Kelas 3 SMP.

“Saat ini, imunisasi HPV untuk siswa SMP kelas 3 kami targetkan selesai pada Februari 2025. Dari 6.500 target sasaran di Kota Malang, sudah sekitar 60 persen atau 3.000 siswa yang mendapatkan vaksin,” ujarnya.

Advertisement

Baca juga :

Meifta berharap, agar orang tua siswa dapat mendukung program tersebut karena vaksin HPV di fasilitas kesehatan swasta bisa mencapai Rp 1 juta perdosis. Selain itu, Kota Malang telah mengajukan permintaan stok vaksin tambahan ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur agar cakupan imunisasi semakin luas.

Kemudian, ditambahkannya bahwa penyebab kanker ini tidak bisa dipastikan secara tunggal. Karena itu, Meifta mengimbau agar perempuan yang telah menikah atau berusia diatas 30 tahun dapat rutin melakukan pemeriksaan.

“Minimal enam bulan sekali melakukan pemeriksaan, baik di fasilitas kesehatan maupun secara mandiri. Jika ada benjolan kecil seperti bisul yang tidak terasa sakit, segera pastikan ke dokter,” imbuhnya.

Di akhir, menurutnya kanker serviks dan payudara lebih sering menyerang pada perempuan. Sedangkan pada laki-laki kasus tersebut jarang terjadi karena pengaruh hormonal. Dengan adanya deteksi dini dan pencegahan tepat, diharapkan angka kasus kanker di Kota Malang dapat ditekan. (rsy/sit)

Advertisement

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas