Pasuruan

Pemkab Pasuruan Gelar Rakor Peningkatan Kualitas Gizi dan Kesehatan Program MBG

Diterbitkan

-

RAKOR: Bupati Pasuruan di sela pelaksanaan Rakor terkait MBG. (pemkab for memontum)

Memontum Pasuruan – Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, memimpin pelaksanaan rapat koordinasi (Rakor) dalam rangka mendukung peningkatan kualitas gizi dan kesehatan seluruh penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang berlangsung di Auditorium Mpu Sindok, Komplek Kantor Bupati Pasuruan, Kamis (11/06/2026) tadi. Dalam momen yang melibatkan Satgas MBK, Kepala SPPG, Korwil SPPG, Persagi, hingga Mitra SPPG, Pengawas dan Ahli Gizi, juga dilakukan pakta integritas dengan perwakilan Mitra SPPG Kabupaten Pasuruan. Termasuk, melakukan virtual launching mobil operasional Satgas MBG dan Ruang Sekretariat Satgas MBG Kabupaten Pasuruan.

Dalam kesempatan itu, Bupati Pasuruan berpesan agar koordinasi lintas sektor terus diperkuat. Termasuk, pengawasan yang konsisten dan kalau ada kekurangan, segera diselesaikan melalui langkah konkret.

“Semua itu dilakukan agar Program MBG terus berjalan dengan baik dan bermanfaat bagi seluruh penerima manfaat. Untuk Mitra SPPG atau Kepala SPPG, semua ketentuan dari BGN harus bisa dilaksanakan agar program yang baik ini bisa berjalan sesuai koridor dan aturan yang berlaku,” kata Bupati Pasuruan.

Terkait Satgas dan mobil operasional MBG, Mas Rusdi-sapaan Bupati Pasuruan, menegaskan bahwa keduanya menjadi satu kesatuan. Yakni, Sekda Kabupaten Pasuruan sebagai Ketua Satgas MBG Kabupaten Pasuruan bersama anggota, dapat menggunakan kendaraan tersebut untuk membantu pengawasan di dapur-dapur SPPG.

Advertisement

Baca juga :

“Selamat bertugas untuk Satgas MBG, terutama agar semua layanan dan kegiatan di dapur-dapur SPPG betul-betul berdasarkan aturan yang ditetapkan oleh BGN,” tambahnya.

Koordinator Wilayah BGN di Kabupaten Pasuruan, Aisha Rahma, menjelaskan total ada 130 SPPG yang telah terdaftar di Kabupaten Pasuruan. Hanya saja dari jumlah tersebut, SPPG yang telah beroperasi sebanyak 109 unit dan sisanya sedang berprogress.

Masih menurut Aisha, ada tiga hal penting yang harus dipenuhi, agar bisa dikatakan sebagai SPPG yang ideal. Yakni seperti infrastruktur, menu yang disajikan hingga kelayakan.

“Jika kurang maka berimbas pada kinerja relawan, pemilihan menu dan semua hal. Jadi minimal 3 hal itu penting untuk diperhatikan betul,” ujarnya.

Advertisement

Aisha berharap kepada seluruh masyarakat, untuk ikut pro aktif menyampaikan saran dan kritikan atau komplain ke SPPG yang bersangkutan.

“Semoga ke depannya semakin bagus, semakin lancar dan semakin suka dengan menu yang disajikan. Kalau ada kekurangan, bisa disampaikan ke kepala SPPG,” tambahnya. (kom/puj/gie)

Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas