Kota Malang
Sutiaji Serius Carikan Solusi Kemacetan Lalu Lintas

Memontum Kota Malang — Macet, antri dan bersabar tiga kata itu kini sangat lazim didengar warga Kota Malang setiap harinya. Untuk diketahui bahwa dalam kurun waktu lima tahun terakhir arus lalu lintas di Kota Malang semakin padat dan merayap sampai menimbulkan kemacetan.
Dari beberapa hasil surve saat ini kemacetan arus lalu lintas di Kota Malang menempati urutan ketiga setelah DKI Jakarta dan Kota Bandung. Tentu menjadi pekerjaan rumah yang wajib segera dituntaskan oleh Sutiaji setelah terpilih menjadi Walikota Malang.
Dampak dari kemacetan arus lalu lintas ini sangat luas. Berpengaruh pada putaran ekonomi warga. Termasuk berdampak pada kehidupan sosial masyarakat. Seperti meningkatkan emosi warga dan hilangnya rasa toleransi.
Calon Walikota Malang nomor urut 3, H Sutiaji saat bertemu warga Kecamatan Blimbin menyebutkan, tahun 2016 panjang jalan beraspal di Kota Malang mencapai 1.027 km. Terdiri atas jalan arteri 88 km, kolektor 96 km, lokal 91 km dan jalan lingkungan 752 km.
Sedangkan jumlah kendaraan bermotor tahun 2016, jenis mobil penumpang 90.000 unit, 970 bus, 20.000 truk dan 457.000 sepeda motor. “Begitu padatnya kendaraan di Kota Malang setiap harinya,” ungkap Sutiaji.
Menurut Sutiaji, dari data ini memberi gambaran persoalan kemacetan lalu lintas sangat serius untuk dicarikan solusi secara komprehensif dan lebih permanen. Bukan solusi tambal sulam, temporer dan hanya memindahkan masalah.

















