Kediri
KPU Minta Maaf ke Masyarakat, Debat Publik Pertama Disiarkan Ulang

Memontum Kediri — Akhirnya KPU Kota Kediri memenuhi tuntutan tim kampanye Pasangan Calon (Paslon) Nomor Urut Tiga, Samsul Ashar–Teguh Junaidi untuk meminta Maaf Atas Insiden Debat Publik. Permintaan maaf KPU kepada warga Kota Kediri itu, telah dilakukan dengan menggelar pers conference pada Selasa (24/4/2018) sore bertempat di Ruang Pintar Pemilu (RPP) Kilisuci KPU Kota Kediri, Jl. Jaksa Agung Suprapto.
Di hadapan perwakilan awak media dari televisi, radio, media cetak dan online, Ketua KPU Kota Kediri, Drs.H. Agus Rofiq menyatakan permintaan maaf atas terjadinya insiden pada debat publik pertama kemarin. “Kami akan melakukan evaluasi, termasuk masukan dari kawan – kawan wartawan, masukan telah kami catat untuk kami pergunakan bahan evaluasi pada debat publik yang kedua,” katanya.
Saat ditanya atas keberadaan CV yang ditunjuk, Gus Rofiq menyatakan tetap memakai kembali, namun untuk stasiun televisinya yang akan diganti.” Untuk EO nya tetap kita pakai CV Graficom, tapi pelaksananya KSTV akan kita ganti,” tegas Gus Rofik.
Berdasarkan informasi yang berkembang, dengan dipertahankannya CV Graficom event organizer dari Kabupaten Banten pada Publik Pilwali 2018 kedua, pada 22 Juni 2018 itu memicu terjadi keretakan di internal komisioner KPU. Ketika ditanya soal rencana tayang ulang, KPU akan tetap menyiarkan ulang debat publik pertama itu, namun sebelum ditayangkan, akan diproses editing semaksimal mungkin.
(baca juga : Debat Publik Cawali Kediri Ricuh, Tayangan TV Didominasi gambar Incumben )
“Debat publik akan kita siarkan ulang, tentu kami edit dengan hasil yang sempurna dan berimbang sehingga dari tiga paslon tidak ada yang merasa dirugikan,” lanjut Gus Rofik.
Seperti diberitakan sebelumnya, dalam perjalanan debat publik pertama telah terjadi kericuhan, karena gambar yang mumcul dalam tayangan TV didominasi gambar pasangan calon incumben. Sehingga insiden ini memicu kemarahan paslon lain. (aji/yan)
















